"Ewako Gue" PSM atau Persija

On Sabtu, Desember 01, 2018

MASALEMBO.COM

Arsip. Pesepak bola PSM Makassar Willem Jan Pluim (tengah) berusaha melewati pesepak bola Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/11/2018). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)


MAKASSAR, MASALEMBO.COM - "Ewako Gue", merupakan dua kata yang pada dasarnya saling bertolak belakang. "Ewako" yang merupakan bahasa Makassar yang kurang lebih berarti lawan merupakan kata yang begitu akrab bagi masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah Sulawesi Selatan.

Sebaliknya "Gue" merupakan satu kata populer yang menjadi ciri atau logat dari warga DKI Jakarta yang berarti saya atau aku.

Meski bertolak belakang, tapi kedua kata itu pada saat ini memiliki hubungan yang begitu penting, terkhusus bagi para pencinta sepak bola di Tanah Air. Dan kedua kata itu belakangan lebih menarik setelah dimunculkan oleh mantan pemain timnas yang memiliki nama besar dengan pengalaman memperkuat tim papan atas Indonesia seperti Hamka Hamzah.

Kapten Arema FC ini mempublikasikan kedua kata itu dalam sebuah cuitan di Instagram pribadinya hamka23hamzah. Dalam cuitannya itu kurang lebih berbunyi "EwakoGuePersija".

Dalam istagram itu juga terposting dua logo tim yakni PSM Makassar dan Persija Jakarta dan dibawah dua logo yang dipasang berdampingan itu tertulis dua kandidat tim yang akan menjadi juara Liga 1. PSM MAKASSAR PERSIJA JAKARTA. Cuitan ini memang memiliki dasar yang kuat. Sebab dua tim itulah yang saat ini tengah bersaing dan berjuang untuk saling mengalahkan demi menjadi raja di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia yakni Liga 1 musim 2018.

Hingga pekan ke 32 yang telah dijalani, kedua tim semakin kokoh di posisi puncak dan runner-up klasemen sementara dengan raihan 57 poin (PSM) dan 56 poin untuk tim Macan Kemayoran.

Persaingan keduanya semakin ketat setelah pada pekan sebelumnya sama-sama memetik poin penuh atas lawan-lawannya.
Persija yang tampil sehari lebih awal bahkan sukses mengambil alih pucuk pimpinan usai mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 3-2.

Tim Juku Eja akhirnya kembali sukses mengambil alih posisi puncak usai menggasak Bali United dengan skor 4-0 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, 25 November 2018.

Selanjutnya kedua tim akan melakoni dua laga tersisa Liga 1. PSM yang masih unggul satu poin akan menghadapi dua lawan krusial masing-masing menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC pada 3 Desember dan PSMS Medan di Makassar pada 9 Desember 2018.

Sebaliknya Persija Jakarta juga akan menghadapi laga yang tidak kalah mendebarkan saat menghadapi tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (2/12). Selanjutnya duel kontra Mitra Kukar yang direncanakan pada 8 Desember.

Untung Rugi

Baik PSM Makassar ataupun Persija Jakarta akan menghadapi dua tantangan yang tidak jauh berbeda pada dua laga sisa. Kedua tim juga akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti halnya PSM yang tengah "on fire" setelah meraih kemenangan menyakinkan saat membantai Bali United dengan skor 4-0 di Makassar.

Kondisi PSM yang tidak akan diperkuat beberapa pemain di pekan 33 karena beberapa alasan seperti Zulkifli Syukur yang terkena akumulasi kartu ataupun Rivky Mokodompit yang tengah menderita cedera juga diharapkan tidak terlalu berpengaruh kepada kekuatan PSM.

Untuk mengisi absennya Zulkifli Syukur disektor kiri pertahanan PSM, Pelatih PSM Robert Rene Alberts masih memiliki beberapa alternatif yakni Wasyiat Hasbullah dan Hendra Wijaya. Sementara untuk Rivky Mokodompit juga sudah mulai teratasi dengan penampilan gemilang dari kiper muda PSM Hilman Syah ketika dipercaya menjaga gawang PSM di pekan sebelumnya.

"Saya kira, ia kiper yang bertalenta dan kita menggunakan dengan waktu yang tepat, saya berbangga Makassar mampu menciptakan kiper bertalenta," puji Robert Rene Alberts.

Soal kekuatan tuan rumah Bhayangkara FC yang kini masih masuk posisi empat besar, memang menjadi tantangan tersendiri meski PSM sudah memastikan tidak gentar dan memilih fokus meraih poin penuh demi menjaga posisi puncak.

Begitupun dengan laga terakhir melawan PSMS Medan, pertandingan ini juga dipastikan akan menguras fokus dan tenaga. Sebab, kedua tim memiliki tujuan berbeda dimana PSM fokus juara dan PSMS ingin tetap bertahan di Liga 1 musim depan. Sementara, untuk Persija Jakarta, juga memiliki keuntungan karena sudah bisa diperkuat dua pemain andalannya yakni Andritany Ardhiyasa dan Riko Simanjuntak.

Kehadiran dua pemain yang baru saja pulang memperkuat timnas di Piala AFF 2018 diharapkan bisa meredam ambisi Bali United untuk tidak kalah di kandang sendiri.

Persija Jakarta juga akan melakoni tim yang akan tampil habis-habisan agar bisa bertahan di Liga 1 yakni Mitra Kukar sehingga patut waspada. 

Boyong Seluruh Pemain

Berbagai upaya juga dilakukan tim pelatih demi menjaga peluang meraih kemenangan di sisa laga Liga 1.

Termasuk diantaranya dengan memboyong seluruh pemain saat bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

"Kita punya kesempatan untuk melakukan sesuatu di sana (kandang Bhayangkara FC). Dan kita sama-sama sudah melakukan ini dari awal," ujat pelatih PSM Makassar, Robert Alberts.

Keputusan memboyong seluruh pemain bukan hanya menjaga kekompakan tim, namun juga dikarenakan laga melawan Bhayangkara FC merupakan laga tandang terakhir bagi Juku Eja.

Keputusan membawa serta seluruh pemain untuk laga tandang, meski tidak bisa diturunkan pada pertandingan nanti, merupakan yang kedua kalinya bagi PSM Makassar musim ini.

Untuk yang pertama yakni ketika menghadapi dua laga tandang beruntun kontra Persija dan Bali United pada Juni lalu.

Namun untuk kali ini tentu lebih spesial karena ingin membuat suasana nyaman dan kompak dapat dirasakan seluruh pemain sehingga diharapkan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"Kami sebagai pemain hanya fokus untuk menghadapi pertandingan terdekat. Pemain tentunya akan berjuang dan bekerja lebih keras demi meraih hasil maksimal," kata Zulkifli Syukur. (antaranews.com)

comments