Inovasi Desa Utamakan Unsur Budaya dan Potensi Lokal

On Kamis, Desember 20, 2018

MASALEMBO.COM

Sekda Mateng, H. Askary Anwar (Yasin/Humas Setda Mateng)

MATENG, MASALEMBO.COM-- Program Inovasi Desa (PID) diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif.

Hal ini disampaikan Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Tengah (Mateng) H. Askary Anwar, saat sambutan pembukaan Bursa Inovasi Desa di aula Rumah jabatan Bupati Mateng, (19/12) 

PID juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap desa, agar lebih efektif dalam menyusun perencanaan dalam penggunan dana desa, juga sebagai investasi dalam peningkatan kafasitas, produktifitas dan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat menuju desa yang mandiri.

Sekkab menambahkan, berdasarkan data yang dirilis oleh Kemendes tahun 2018, di Mateng ada 2 desa berkembang menjadi maju, 6 desa tertinggal menjadi berkembang, selain itu 4 desa sangat tertinggal menjadi tertinggal serta 39 belum mengalami peningkatan status desanya, termasuk dua desa yang masih berstatus sangat tertinggal.

Pengguntingan pita Sekkab H Askary Anwar didampingi Ka Bappeda Ishak Yunus dan Kadis PMD Dzulkifli (Yasin/Humas Setda Mateng)

"Sebab itu saya mengajak kepada semua desa, terutama yang masih berstatus sangat tertinggal dan tertinggal jangan ketinggalan dan teruslah berbenah dan berinovasi," pinta Askary.

Kesempatan sama, Kepala Dinas PMD Mateng, Dzulkifli mengatakan, PID adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas.

Kadis PMD menambahkan, inovasi desa yang ikut serta pada Bursa Inovasi Desa saat ini adalah kegiatan pembangunan dibidang infrastruktur, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal, serta SDM yang memberi manfaat secara luas bagi masyarakat.

Selain itu,  juga kegiatan yang berhasil mendorong terwujudnya pembangunan berkualitas dan partisipatif serta mendorong kegotongroyongan masyarakat dalam pembangunan. 

Bursa Inovasi Desa juga mengangkat pengembangan sistem yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi, sosial budaya dan pembangunan yang memiliki nilai keunikan yang mengadopsi unsur budaya atau potensi lokal, serta inovasi yang dikembangkan sesuai kondisi geografis, keberadaan sumber daya dan fasilitas yang tersedia.

Dzulkifli mengajak pemerintah desa serta tokoh masyarakat, untuk terus berkarya, saling bertukar ide inovasi.

"Khususnya kepala desa, BPD, tokoh masyarakat marilah kita bersama, saling bertukar ide, bertukar pengetahuan, membuat perencanaan dari ide-ide inovasi dan dimasukan secara resmi kedalam perencanaan APBDes 2019," tutu Dzulkifli diakhir sambutannya. (jml/red)

comments