Kejadian Aneh Ini Gegerkan Warga Mamasa, BMKG Tak Dapat Beri Penjelasan

On Senin, Desember 10, 2018

MASALEMBO.COM

Warga mendatangi rumah Mama Lina, mereka mendengar bunyi dari dalam tanah (Haenok Samalangi/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Peristiwa aneh terjadi di rumah salah seorang warga di Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Sejak dua minggu terakhir telah terjadi suara gemuruh terdengar dari dalam tanah di rumah milik warga bernama Mama Lina. Suara itu makin lama kian beruntun. Puncaknya terjadi, Minggu (9/12) pagi hingga pukul 12.00 Wita.

Menurut pemilik rumah Mama Lina, kejadian ini sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir ketika pengungsi gempa Mamasa kembali ke rumah mereka.

Bunyi yang mendapat perhatian dan membuat warga Kecamatan Sumarorong heboh sejak Minggu pagi itu sudah ratusan kali terdengar.

Dominggus PB salah seorang warga yang datang merekam bunyi tersebut mengatakan, sudah tujuh kali mendengar bunyi. Yang paling keras terjadi sekira pukul 12.00 malam tadi. Ia mengaku mendengar bunyi itu sama dengan yang didengar banyak orang, termasuk warga kota Kabupaten Mamasa yang secara kebetulan lewat. 

"Awalnya saya ingin mengetahui kebenaran suara tersebut, sehingga merekam melalui handphone, sempat terdengar suara keras dua kali," tutur Dominggus.

Berbagai argumentasi yang diucapkan warga ketika datang mendengar bunyi itu. Namun tidak ada yang bisa memastikan penyebab suara gemuruh tersebut. Ada yang beranggapan bunyi tersebut adalah bagian dari gempa yang selama ini mengguncang Mamasa. Untuk itu pemilik rumah dan warga berharap pihak pemerintah dan BMKG dapat turun ke lokasi kejadian untuk menyelidiki sumber bunyi.

Pemilik rumah saat ini tidak berani tidur di rumahnya sebab bunyi semakin sering dan semakin keras didengar oleh mereka.

Pihak BMKG Majene yang dihubungi media ini mengaku, tidak bisa memberikan komentar. Pihaknya mengatakan, BMKG tidak dapat menjelaskan hal itu karena di luar dari disiplin keilmuan BMKG. "Kalau masalah mineral dan apa yang terjadi di bawah permukaan tanah, itu mungkin wewenang ESDM pak, tupoksi kami hanya di analisis kejadian gempa dan cuaca," kata Setiawan, forecaster BMKG Majene, dihubungi lewat telpon.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Amri Eka Sakti yang dikonfirmasi menjelaskan, hal tersebut belum bisa disimpulkan tanpa penelitian mendalam. Meski demikian Amri membeberkan bahwa, sebelumnya Badan Geologi Kementerian ESDM telah meneliti kondisi tanah di Mamasa dan tidak ada masalah yang mengkhawatirkan.

"Tidak bisa kalau tidak disurvei, harus dilihat dulu kondisinya, sebenarnya kita sudah sudah menyurat ke Jakarta," kata Amri via telpon seluler, Senin (10/12).

Amri mengatakan, jika ada kekhawatiran atau ketakutan warga akan fenomena tersebut, itu wajar saja. Yang pasti kata dia, Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan kondisi tanah di Mamasa tidak bermasalah. (*)

Laporan: Henok Samalangi
Editor: Harmegi Amin

comments