Gegara Tak Bawa Sapu Lidi ke Sekolah, Murid SD di Mateng Tak Terima Rapor

On Minggu, Desember 23, 2018

MASALEMBO.COM

Ilustrasi Rapor (inet)

MATENG, MASALEMBO.COM -  Sejumlah orang tua murid salah satu SD di Mamuju Tengah (Mateng) mengaku kecewa atas sanksi tak terima raport karena soal sepele, Sabtu (22/12). Para murid disanksi tak dapat terima raport hanya gara-gara tak bawa sapu lidi.

Ati, salah seorang dari orang tua murid mengaku kecewa hal tersebut. Ia tak menyangka anaknya pulang tak mendapat raport karena tidak membawa sapu ke sekolah.

"Anak saya bilang, bisa bawa sapu bisa juga tidak," kata Rahma mengaku kaget atas kebijakan dari SD tempat putri bersekolah.
Hal sama juga diungkap Herlina. Ia juga mengaku keberatan atas tindakan oknum guru yang sengaja tidak memberikan raport anaknya di kelas II.

Menurutnya, ia tak sempat memenuhi kewajiban putranya karena sejak empat hari dirinya sibuk mengurus anak yang lain yang sedang dirawat di Puskesmas karena sedang sakit.

Selain itu, ia tidak menduga jika alasan soal tak bawa sapu lidi menjadi sanksi bagi anaknya tidak mendapat raport jelang libur sekolah.

Belum ada konfirmasi dinas terkait dan pihak sekolah, namun hal ini telah dkeluhkan secara lisan oleh orang tua murid ke salah seorang anggota Komisi III DPRD Mateng.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Mateng Hj Nirwanasari Aras mengatakan, soal sapu lidi atau sapu ijuk yang diterapkan guru sekolah, masih hal wajar selama tujuannya untuk mengajarkan siswa mandiri.

"Siswa harus bisa mandiri dan punya hasil karya dalam bentuk kreatifitas, dan seharusnya guru memperlihatkan apa saja yang bisa dibuat dari alam kita," jelasnya.

Dikatakan, selain membuat sapu, juga diharapkan mampu berkarya sesuai kekayaan alam lokal, namun tentu saja harus melalui bimbingan guru, agar siswa lebih memahami tujuan dan manfaatnya.

"Bisa juga buat pot bunga atau barang bekas yang dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat, jangan seluruhnya sapu," jelas sekretaris disdik Mateng.

Soal raport siswa yang tidak diberikan ke siswa, Hj Nirwana aras berjanji akan menanyakan kebenarannya ke pihak sekolah karena dianggap menyalahi aturan. "Nanti kami tanyakan dan jika benar, itu salah dan gurunya akan kami tegur," tegasnya. (jml/har)

comments