Bayi Tanpa Anus Baru Terungkap Setelah Berusia Tiga Hari, Begini Kisahnya

On Kamis, Januari 17, 2019

MASALEMBO.COM

Legislator Mateng Hamka, menjenguk bayi Juari (Digendong ibunya) di RSUD Mateng (Jamal Tanniewa/masalembo.com)

MATENG, MASALEMBO.COM - Yusuf TS bersama istrinya Elisa TA, warga Dusun 4 Desa Polongaan Tobadak 3 Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, tersentak kaget setelah mengetahui bayinya yang baru berusia tiga hari, ternyata tidak memiliki anus.   

Itu diketahui setelah curiga melihat buah hatinya bernama Juari, tak pernah Buang Air Besar (BAB) sejak lahir. Karena penasaran, sang ibu meminta bantuan bidan untuk memeriksa. Ternyata bayi yang lahir Senin 14 Januari 2019 itu, tidak memiliki anus.  

"Kita tidak tau karena sejak lahir bayi kami kelihatan sehat dan normal. Nanti cukup tiga hari kita curiga karena Juari selalu gelisah," jelas Yusuf, Kamis (17/1/2019).     

Usai diperiksa di Puskesmas Tobadak, bayi malang itu dilarikan ke RSUD Mateng. Namun medis menyarankan agar Juari segera dirujuk ke Makassar, Sulsel, untuk pengobatan lanjut. "Semoga kebutuhan selama di Makassar dapat mencukupi. Kami berharap kelainan bayi kami dapat di sembuhkan dan tumbuh normal seperti anak lain," harap Yusuf.      

Bidan PKM Tobadak mengatakan, kelainan yang diderita Juari tidak disadari karena kondisi bayi saat lahir terlihat sehat. Ia tampak normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda menderita atresia ani. 

"Bidan desanya sempat merawat bayi saat lahir, bahkan diberi suntikan. Hari ketiga diperiksa lagi karena ibu bayi keluhkan anaknya belum pernah buang air. Saat diketahui ada kelainan segera kami rujuk ke RSUD," jelasnya. 

Petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Rismawati turut simpati atas kelainan yang diderita bayi berusia tiga hari itu. Ia ikut mendampingi karena keluarga Yusuf adalah peserta PKH. "Makanya kami juga ikut mendampingi," kata Risma.

Pantauan Masalembo di RSUD Mateng, Juari tampak normal dan sehat. Beberapa sumber menyebut, ketua P2TP2A Hj Asriani Arsal bersama rombongan turut hadir memberikan bantuan. Selain itu beberapa pihak ikut membantu sehingga keluarga Yusuf dapat diberangkatkan ke Makassar, siang tadi. Penderita atresia ani itu rencana dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar. (jml/riz)

comments