Tanggapi Isu Pengunduran Diri Kadisdikpora, Bupati Fahmi: Kalau Mau Buat Suratnya

On Sabtu, Januari 19, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati Fahmi Massiara menggelar jumpa pers di rujabnya Jl. Gatot Subroto Majene (Hafid untuk masalembo.com)

MAJENE, MASALEMBO.COM- Beredarnya isu Muhammad Ashar Malik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene akan mengundurkan diri semakin menguat ke ruang publik.

Hal itu, membuat Bupati Majene Fahmi Massiara segara melakukan jumpa pers di Rumah Jabatan (Rujab), Jum’at (18/1/2019).

Di hadapan sejumlah awak media, Fahmi Massiara mengatakan isu pengunduran diri Kadisdikpora tidak seharusnya masuk ke ruang publik. Idealnya kata Fahmi, semua persoalan menyangkut dinas disampaikan kepada pimpinan. "Kenapa tidak datang kepada saya. Kenapa ke ruang publik. Kalau mau mundur silakan datang bawa surat pengunduran dirinya," kata Fahmi Massiara.

Fahmi selaku pimpinan tertinggi di Majene tidak akan melakukan upaya pemanggilan kepada Ashar Malik untuk menklarifikasi permasalahan dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajarannya.

"Tidak perlu saya panggil karena sudah ditangani pak Wakil. Semua Kepsek diundang. Selaku Kepala OPD seharusnya dia datang kepada saya. Ini tidak dilakukan, tidak ada penghargaan sama sekali diberikan kepada saya," imbuh Fahmi.

Dikatakan, jika Ashar Malik harusnya sudah mundur secara resmi dengan mengajukan surat pengunduran diri, karena sudah merambah ke ruang publik atau diketahui masyarakat banyak.

"Masalah di Disdikpora Majene juga sudah sangat menumpuk, dibuktikan dengan progres kegiatannya yang hanya mencapai 70 persen di akhir 2018. Realisasi dana BOS untuk triwulan pertama saja masih ada yang belum selesai," katanya.

Kata Fahmi, beredarnya isu pengunduran Ashar Malik setelah kegiatan rapat monitoring dan evaluasi (Monev) yang dipimpin Wakil Bupati pekan lalu. Lanjut Fahmi mengatakan, "seandainya Ashar Malik membuat program evaluasi bulanan, saya bersedia hadir mengikuti acaranya. Ini, sudah akhir tahun, baru mau membuat laporan keuangan, tentu bermasalah, karena BPK tidak mau turun kalau progres kegiatan belum mencapai 100 persen, tentu menghambat yang lain."

Terpisah, Kepala Disdikpora Majene Muhammad Ashar soal pengunduran dirinya pada rapat Monev di ruang pola Kantor bupati Majene pekan lalu itu, hanya untuk memotivasi para Kepala Sekolah agar tekun menyelesaikan Laporan pertanggung jawaban (Lpj) penggunaan Biaya Operasional Sekolah (BOS) 2018.

"Saya sengaja mengatakan untuk mundur dari jabatan, karena memotivasi para Kepsek supaya segera menyelesaikan Lpj BOS-nya, dan mengganti kepsek jika tidak secepatnya melaporkan RKS (Rencana Kegiatan Sekolah) 2019," jelasnya.

Ditanya soal pelaksanaan rapat monev. Ashar mengungkapkan, masih terdapat sejumlah sekolah dinilai bermasalah dalam mengelola BOS maupun pengeloaan administrasi lainnya, termasuk laporan RKS yang sampai saat ini belum melaporkan ke pihak Disdikpora Majene.

"Saya tegaskan kepada sekolah yang dinilai bermasalah dan belum menyetor RKS ke pihak Disdikpora, bahwa dalam jangka tujuh hari ke depan atau paling lambat Jumat depan, maka kepsek yang bersangkutan harus rela diganti sebagai kasek," tegas Ashar.

Pernyataan yang diolantarkan kepada para kepsek lanjutnya, disepakati seluruh para kepsek."Saya pesan jangan main-main dengan laporan RKS, karena bisa mengganggu pencairan maupun penggunaan dana BOS di setiap sekolah," paparnya.

Ashar juga menegaskan, kepada para kepsek agar tidak secara langsung memegang dana dan membelanjakan dana BOS, karena merupakan kewenangan bendahara.

"Apabila ada kepsek memegang dana BOS, segera melapor ke kantor, karena dapat menyebabkan keterlambatan pertanggung jawaban bendahara," pungkasnya. (hfd/red)

comments