Cuaca Buruk, Petani Kakao Ditemukan Tewas Terseret Ombak

On Selasa, Januari 22, 2019

MASALEMBO.COM

Korban dievakuasi usai ditemukan tewas terseret ombak (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Parusi (56), seorang petani kakao di Desa Miring, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, ditemukan tak bernyawa, di Pantai Silopo, Selasa (22/1/2019).

Hembusan nafas terakhir Parusi, diduga saat terseret ombak ketika mencari ikan tanpa perahu, di Pantai Silopo, Polewali.

"Korban Parusi sedang mencari ikan di pinggir Pantai Silopo. Kematian korban diduga akibat terseret ombak, dan tidak dapat menyelamatkan diri" terang Iptu Mahyuddin Kapolsek Binuang.

Iptu Mahyuddin menjelaskan, cuaca buruk dan ombak besar terjadi sejak pagi dini hari."Jenazah korban sedang mengapung, dan ditemukan warga sekitar, dan segera dievakuasi ke daratan," ujarnya.

Kata dia, penemuan jenazah korban, masih ditangani tim identifikasi dari Polres Polman."Di lokasi kejadian kita sudah olah TKP, untuk mengetahui penyebab kematian korban, dan Polisi tidak menemukan tanda kekerasan ditubuh korban, sehingga kuat dugaan, korban meninggal karena terseret ombak," ucapnya.

Sementara itu, Rustam salah seorang keluarga korban menuturkan, korban Parusi juga bekerja sebagai petani kebun kakao."Korban baru dua hari pergi mencari ikan, sebagai kerja sampingan untuk kebutuhan sehari-hari," katanya. 

Ia menjelaskan, korban Parusi meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 wita pagi, dengan berjalan kaki menuju Pantai Silopo mencari ikan."Memang selalu jalan kaki kalau ke pantai cari ikan. Kini jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Desa Mirring," katanya. (ant/ahd)

comments