Dari Hasil Jualan Es Dawet di Kampus, Ikhsan Biayai Kuliah

On Senin, Januari 14, 2019

MASALEMBO.COM

Ikhsan sedang menunggu pembeli es dawet (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Masih ingat kisah Hamzah Amirullah? Tukang becak dari Majene yang sukses meraih gelar sarjana. Nah, kali ini ada kisah inspiratif yang serupa. Ini datang dari seorang mahasiswa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. Untuk menambah biaya kuliahnya, ia terpaksa berjualan es dawet di kampusnya.

Adalah Ikhsan Rizaldy, merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Al-Asyariah Mandar (Unasman). Kini ia memasuki semester V. 

Setiap hari, sebelum berangkat kuliah, ia mulai  mempersiapkan barang dagangannya. Setibanya di kampus, Iksan tidak langsung masuk kuliah, namun sibuk mempersiapkan dagangan sambil menunggu dosen.

"Biasanya kalau dosen belum datang, saya jualan dulu. Selesai kuliah, saya kembali berjualan," tuturnya, saat ditemui tengah berjualan di kampus Unasman, Senin (14/1/2019).

Pembeli umumnya adalah mahasiswa kampus tempat Ikhsan menuntut ilmu. Jika dagangnnya tidak habis di kampus, ia menjualnya keliling kampung.

"Biasa keliling, ke Takatidung, Tonyaman, Manding, dan wilayah lain," katanya.

Harga es dawetnya dijual Rp 5.000 per gelas. Dalam sehari, jika dagangannya habis, Iksan mampu meraup hingga Rp500 ribu.

"Kadang-kadang habis, kadang juga tidak. Kalau lagi ramai pembeli, biasanya cepat habis. Tapi kalau tidak cepat, biasa saya jualan sampai malam," sambungnya.

Iksan mengaku tidak malu dan minder berjualan di lingkungan kampusnya. Sebab, dari kecil memang sudah diajarkan hidup mandiri oleh kedua orang tuanya.

"Saya dari kecil umur tiga tahun memang sudah ikut berjualan es sama orang tua. Kadang juga saya menjadi tukang becak, dan kuli bangunan. Tapi baru dua tahun ini saya jualan mandiri," akunya.

Dari uang hasil jualannya, Iksan mampu membiayai kuliahnya dan menikah dengan seorang gadis bernama Fatmawati. Pasangan ini baru menikah empat bulan lalu. Kini mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di jalan Pemuda, belakang pasar Sentral, Kelurahan Pekkabata.

Salah satu Dosen FISIP Unasman, Nur Fitrah mengatakan, sangat bangga dengan mahasiswanya yang berjualan itu. Ia menilai, Iksan merupakan mahasiswa ulet dan pintar.

"Awalnya saya juga tidak tahu kalau dia ternyata mahasiswa di sini. Iksan berbeda mahasiswa lainnya, yang mungkin malu jika berjualan seperti ini," kata Fitrah kagum, bahwa Iksan juga ternyata aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampusnya. (ant/har)

comments