Pelaku Penganiayaan di Mateng Tertangkap Resmob Polda Sulbar

On Selasa, Januari 08, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi penangkapan (inet)

MATENG, MASALEMBO.COM - Pelaku penganiayaan terhadap petugas security perusahaan sawit di Mamuju Tengah akhirnya tertangkap polisi, Senin (7/1).

Kapolsek Budong Budong AKP Haeruddin mengatakan, pelaku Ar telah melukai security perusahaan sawit bernama Japarin, Minggu (6/1) malam dengan sabetan parang di bagian leher belakang. Ar kemudian melarikan diri namun berkat kesigapan pihak Resmob Polda Sulbar akhirnya pelaku dan barang bukti berhasil diamankan.

Baca : Security Perusahaan Sawit Nyaris Tewas Diparangi

Penangkapan berdasarkan laporan polisi nomor :lp/ 01/ I/ 2019 / Res Mamuju/ sektor Budong Bdong tanggal 7 Januari 2019. Resmob Polda segera bertindak atas kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Mashura mengatakan, dari keterangan tersangka (AR), ia mengakui jika dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan parang tepat di bagian pundak.


Pelaku Ar (dua dari kiri) bersama Kapolsek Budong Budong dan tim Resmob Polda Sulbar (ist/masalembo.com)

Mashura menjelaskan, kejadian ini diawali hal yang sangat sepele. Saat  diintrogasi, pelaku mengaku tersinggung dan tidak terima atas perlakuan korban saat di tempat penjualan bakso. 

"Saat pelaku sedang makan bakso, tiba-tiba korban muncul dari belakang dan membuat tersangka kaget, sampai-sampai bakso yang dia makan terjatuh. Selanjutnya korban menyuruh tersangka mengambilkan lontong yang ada di depanya," Jelas Mashura sesuai pengakuan pelaku.

Korban tak menyangka pelaku akan tersinggung dan akhirnya menderita luka sabetan parang. "Untungnnya korban masih bisa bergegas lari dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat," tambah Mashura.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka saat ini telah diamankan oleh tim Resmob Polda Sulbar. 

Atas kejadian ini, Kabid Humas menitip pesan kepada seluruh warga agar tidak menyinggung perasaan seseorang saat bercanda. "Disaat bercanda, jangan sampai membuat orang tersinggung sehingga berakibat seperti kejadian ini, " imbau AKBP Mashura. (jml/har)

comments