Pemkab Majene Jajaki Kerjasama Pendidikan dengan Universitas Canberra Australia

On Rabu, Januari 16, 2019

MASALEMBO.COM

Sitti Maesuri saat pertemuan dengan Wakil Bupati Majene H. Lukman (Munirul Islam/Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene menerima kunjungan Asisten Professor Pusat Penelitian Science Technology, Education and Matematics (STEM) University Of Canberra, Sitti Maesuri, Selasa (15/1/2019). 

Wakil Bupati Majene H Lukman yang menyambut kedatangan dosen Universitas Canberra asal Indonesia ini mengatakan, kehadiran Sitti Maesuri sebagai duta kampus menjadi kebanggan tersendiri buat Pemkab Majene. 

"Ini sudah tentu lama kami harapkan, semoga dengan kehadiran beliau, kita dapat menangkap peluang yang sangat berharga ini," kata Lukman dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Rektor Unsulbar. 

Wabup Lukman juga mengatakan, Pemkab Majene sangat terbuka dan senang atas kehadiran dosen Universitas Canberra Australia di Majene. Ia berharap, agar ada hubungan kerjasama yang baik antara Pemkab Majene dan kampus University Of Canberra di masa-masa mendatang. 


Foto: Munirul Islam/Humas Setda Majene

Sementara, Asisten Professor Pusat Penelitian STEM University Of Canberra, Sitti Maesuri mengungkap, kehadiran dirinya di Majene, bukan kali pertama untuk Indonesia. Sebelumnya kata dia, perempuan asal Sulsel ini telah menerima tugas ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Aceh. 

"Saya sebagai dosen di sana (Universitas Canberra) dalam lima tahun terakhir memenej sebuah proyek pendidikan di NTB yang didanai Australia, bukan hanya di Indonesia saya juga bekerja di Afrika Selatan," kata Sitti Maesuri. 

Maesuri mengatakan, ia telah mendapat informasi bahwa Majene diproyeksi menjadi kota pendidikan. Hal itu menjadikan dirinya tertarik untuk mengenal Kabupaten Majene lebih jauh. 

"Kenapa kemudin saya kesini, Majene itu kota pendidikan, kota pendidikannya itu seperti apa, apakah kita bisa berkontribusi untuk menjadi kota pendidikan, misalnya bagaimana Majene bisa belajar ke Australia atau ada peluang Australia bisa kesini gitu," katanya. 

Ia mengaku, hadir di Majene sebagai pembuka jalan untuk menjembatani Pemkab Majene-University Australia untuk membuka kemungkinan kerjasama pendidikan. "Tadi saya bertemu juga dengan ketua DPRD, beliau juga siap mendukung dari sisi regulasi," ucapnya. 


Foto: Munirul Islam/Humas Setda Majene

Maesuri mengungkap, kampusnya dan juga Pemerintah Australia memang kerap menyiapkan dana bantuan pendidikan. Namun kata dia, pemberian bantuan dari Australia cukup selektif, diantaranya harus diback-up data dan program yang detail. "Kalau di NTB saya malah sudah diklaim sebagai orang NTB karena modar-mandir Australia-NTB," ucap alumni IKIP Ujung Pandang yang menyelesaikan program doktor di negeri Kanguru ini.

Maesuri mengatakan, bantuan green yang kerap disalurkan Pemerintah Australia ke Indonesia melalui Unibersity Of Canberra, ia selalu terlibat karena satu-satunya orang Indonesia yang mengajar di universitas tersebut. Dalam pengusulan dana green kata dia, ia harus menyiapkan data yang cukup untuk Pemerintah Australia.

Wakil Rektor Unsulbar Muhammad Saad yang turut hadir dalam pertemuan ini mengatakan, Unsulbar siap membantu menjembatani Pemkab Majene dan University Of Canberra Australia. 

"Kehadiran kami di sini adalah Unsulbar bersedia menjembatani program-program pengembangan kualitas pendidikan di Majene ini, apalagi kita paham bersama bahwa Majene ini adalah pusat pendidikan di Sulawesi Barat," kata Saad.

Ia mengatakan, untuk mengisi status Majene pusat pendidikan maka perlu terobosan-terobosan, agar tidak hanya dicap sebagai pusat pendidikan.

"Salah satu program yang kita bahas adalah kita akan merancang sekolah-sekolah unggulan, mulai dari SD sampai SMP karena SMA sudah diambil alih oleh provinsi," ucapnya.

Saad mengungkap, kehadiran Australia diharapkan dapat membantu melalui bantuan green pendidikan serta terlibat langsung dalam program pengembangan dan pengelolaan pendidikan di Majene. "Intinya diantara Australia dan Majene ada Unsulbar, kami siap menjembatani," kunci Saad. (har/red)

comments