Sekolah Ini Nyaris Ambruk Tak Kunjung Diperbaiki

On Kamis, Januari 24, 2019

MASALEMBO.COM

Ruang belajar murid SDN 044 Ujung, plafon rungan nyaris ambruk (Asrianto/masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Kondisi memprihatinkan dialami puluhan murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 044 Ujung, Kelurahan Pappang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat.

Sudah lebih dari empat tahun, murid-murid SDN ini terpaksa mengambil resiko mengikuti proses belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk.

Pantauan wartawan di gedung sekolah berdinding ruangan dari bahan batu ini tampak sudah berongga, plafon ruang kelas juga terpaksa ditopang menggunakan beberapa batang balok agar tidak terjatuh dan menimpa anak-anak.

Tak hanya itu, di bagian atap ruang kelas beberapa bagian sudah hilang lantaran kayu penahannya lapuk. Hal ini membuat murid SDN 044 Ujung kerap basah ketika hujan mengguyur saat jam sekolah berlangsung. Lantai ruang kelas yang dilapisi ubin juga banyak lepas. Ini membuat murid kerap mengalami luka pada kaki jika tidak memakai sepatu.

Salah seorang murid bernama Reski mengaku, kerap ketakutan jika hujan dan angin kencang datang. "Takut, sekolahnya rusak," ujarnya.

Keresahan serupa juga diungkapan salah seorang guru di sekolah ini, Suryanti. Ia mengaku kerap mengevakuasi muridnya saat cuaca buruk melanda.

“Tidak jarang saat jam pelajaran berlangsung, anak-anak harus kita evakuasi ke luar ruangan karena atap kelas beterbangan, saat angin kencang bertiup, apalagi sekolah ini dekat dengan pinggir pantai," ungkap guru yang sudah lima tahun mengabdi di sekolah ini.

Sementara, Kepala SDN 044 Ujung, Yambas S.Pd menjelaskan, dari 6 ruangan di sekolah ini, tiga diantaranya dalam kondisi rusak parah, termasuk ruang guru dan kepala sekolah. "Yang paling parah itu kelas satu dan kelas tiga. Atapnya sudah banyak terlepas dan plafonnya terpaksa ditopang menggunakan kayu agar tidak terjatuh, sementara ruang guru dan kepala sekolah sudah tidak bisa dimanfaatkan. Sementara ini aktifitasnya dipindahkan ke ruang perpustakaan," ungkapnya, Rabu (24/1/19)

Kerusakan pada sekolah ini lanjut Yambas, telah berulang kali dilaporkan ke dinas terkait agar segera mendapat perhatian. "Sudah sering kita sampaikan, alhmadulillah, kabarnya sudah dianggarkan, bahkan kemarin ada tim yang berkunjung dan menyampaikan perbaikan bangunan kelas di sekolah ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat," kata Kepala Kekolah yang telah menjabat selamat empat tahun ini.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Andi Nursami Masdar mengatakan, untuk tahun 2018 lalu sekolah ini telah mendaptkan bantuan rehab sebanyak tiga kelas, dan tahun 2019 ini kembali mendapat bantuan rehab tiga kelas. Besar dana anggaran rehab sekolah ini lebih dari Rp200 juta dari Dana Alokas Khusus (DAK).

"Kalau sudah ada datang juknis dari Pusat, kita langsung  kerja, karena pusat semua yang mengatur," pungkasnya. (ant/har)

comments