Selamat, Mahasiswa STIE Muhammadiyah Mamuju Ini Lolos ke Amerika

On Selasa, Januari 01, 2019

MASALEMBO.COM

Muh Rifai Sahida (ist)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Namanya Muhammad Rifai Sahida. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju ini adalah putra keempat pasangan St. Nur dan Sahida Gonting  (alm). Ia sukses menembus Amerika Serikat melalui program beasiswa YSEALI Spring 2019. 

YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) Academic Fellowship, adalah program kuliah singkat (short-course) dan pelatihan intensif yang diberikan oleh Pemerintah Amerika Serikat selama 6 minggu di negeri Paman Sam. 

Program ini berisi diskusi, seminar, presentasi kelompok dan kuliah di dalam kelas serta wisata pendidikan. Ada juga kunjungan lapangan, latihan kepemimpinan, dan kegiatan kerelawanan dalam masyarakat setempat. YSEALI Academic Fellows  adalah program pendidikan short term yang diadakan oleh pemerintah Amerika untuk pemuda negara-negara ASEAN usia 18-25 tahun.

Beberapa bidang yang dibuka untuk program Yseali adalah Civic Engagament (Kemasyarakatan), Environmental Issues (Isu Lingkungan), Social Entrepreneurship (Kewirausahaan). Setiap bidang untuk wilayah Indonesia Timur akan menerima tiga orang untuk untuk berangkat ke Amerika Serikat dan bergabung dengan peserta lain dari negara ASEAN.

Setiap program acara puncaknya akan berlangsung di gedung putih  Washington DC yang memungkinkan adanya keterlibatan dengan para pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah, pebisnis dan akademisi untuk turut berdiskusi bersama peserta.

Menurut keterangan Rifai, ia sendiri mengikuti YSEALI 2019 untuk isu lngkungan. Beberapa tahap seleksi ketat ia jalani. Dimulai dari seleksi berkas serta essay, lalu 10 besar terbaik di Indonesia Timur yang dipilih oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Surabaya. Setelah itu diadakan seleksi wawancara via online melalui aplikasi Skype oleh Kedutaan Amerika Serikat. Selanjutnya terpilih tiga orang mewakili Indonesia Timur ke Amerika Serikat.

"Pada saat proses interview saya menjelaskan kepada perwakilan Kedutaan Amerika Serilkat tentang project sosial yang saya jalani yang telah saya rintis di tahun 2014 hingga saat ini. Saya menjelaskan tiap proses saya jalani selama berkegiatan," kata pemuda kelahiran Desa Bambangan, Kecamatan Malunda, Majene ini.

Rifai mengaku, sangat senang karena dari pernyataan Kedubes Amerika Serikat di Surabaya, kurang lebih 2000 pendaftar hanya 10 orang yang masuk sesi interview lalu dipilih tiga orang terbaik mewakili Indonesia Timur dan dia menjadi salah satu dari tiga orang tersebut.

"Saya sangat bersemangat karena saya sendiri akan berangkat pada tanggal 4 April 2019 dan ditempatkan di University Of Montana di Montana, Amerika Serikat," kata putra berdarah PUS ini.

Sementara dua rekannya perwakilan Indonesia Timur, yakni Steve asal Surabaya dan Rizaldo dari Sulawesi Utara. Keduanya akan berada di salah satu kampus di Hawai.

Walau tidak bersama dengan kedua rekan dari Indonesia Timur, namun Rifai mengaku tak jadi masalah. "Saya tidak sendiri di University of Montana, saya akan bergabung dengan tiga orang lainnya dari Indonesia yang berasal dari Jawa, Kalimantan dan Sumatera," ucap pemuda 21 tahun ini.

Rifai menjelaskan, mereka akan mewakili Indonesia dan bergabung dengan Peserta lain dari negara ASEAN. 

Bukan hanya itu menurut pengakuan beberapa alumni mereka mengatakan bahwa program ini adalah program paling diminati anak muda Se-ASEAN dan sangat sulit untuk lolos. Beberapa alumni bahkan harus mengikuti tiga kali seleksi untuk bisa lolos di program ini. 

"Alhamdulillah berkat do'a teman-teman, dukungan dari kampus STIE Muhammadiyah Mamuju dan orang tua saya serta keluarga, pertama kali daftar langsung membuahkan hasil yang baik. Hal ini tidak luput dari kerja keras yang telah saya lakukan beberapa tahun ini. Satu minggu sebelum interview oleh pihak Kedubes Amerika saya betul-betul belajar mulai dari memperbaiki bahasa Inggris, lalu bertanya-tanya ke beberapa kerabat yang pernah mengikuti program international serta alumni Yseali dan pada saat tiba interview alhamdulillah berjalan sangat lancar," kata Rifai bangga. (rls/har)

Tonton wawancara dengan Muhammad Rifai Sahida di sini.

comments