WNI Asal Majene Korban Sandera Abu Sayyaf Dikabarkan Bebas

On Rabu, Januari 16, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi Abu Sayyaf (manado post/inet)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Desa Poniang, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar, yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf dikabarkan bebas.

Dikonfirmasi, Fitriani, istri Samsul Saguni mengatakan, sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Ia pertama kali mengetahui kabar itu dari rekan kerja Samsul Saguni dari media sosial. 

"Teman kerjanya pasang status di facebook, kemudian saya komentar dan tanyakan," tuturnya, Rabu (16/1/2019).

Selain rekannya, kabar ini juga diterima Fitiriani melalui bos dari tempat perusahaan Samsul Saguni bekerja.

"Bosnya kirim link beritanya dan beliau bilang mohon doanya, Samsul sudah bebas," ujarnya.

Namun yang membuat Fitriani risau, karena hingga saat ini, pihak Kemenlu RI justru belum memberi kabar dan informasi terkait pembebasan suaminya. Apalagi saat ini, anak pertamanya bernama Maira sedang sakit.

"Sudah tiga hari itu anak saya yang pertama  selalu mengingau memanggil terus bapaknya," katanya.

Selama empat bulan, lamanya Samsul Saguni disandera oleh kelompol bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Saat ini, pihak keluarga terus menunggu kabar pasti dari Samsul Saguni.

Selain Samsul Saguni, seorang rekannya bernama Usman Yunus alias Hamdan, warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, juga telah bebas dari penyanderaan setelah berhasil melarikan diri akhir Desember 2018 lalu.

Sebelumnya diberitakan, dua WNI asal Provinsi Sulawesi Barat menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Kedua WNI tersebut adalah Usman Yunus alias Hamdan, warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, dan Samsul Saguni, warga desa Poniang, Kecamatan Sendana, Majene.

Keduanya diculik, Selasa (11/9/2018) lalu saat melakukan pencarian ikan di wilayah perairan Tawau, Malaysia. (ant/har)

comments