WNI Korban Sandera Abu Sayyap asal Majene Tiba di Kampung Halaman

On Senin, Januari 21, 2019

MASALEMBO.COM

Samsul Saguni saat tiba di kampung halaman, diterima Bupati Majene Fahmi Massiara (Munirul/Humas Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Suasana haru menyambut kedatangan Samsul Saguni, di Dusun Tosalama, Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar, Minggu siang, (20/1/2019). 

Samsul Saguni tiba dikediamannya sekitar pukul 12:00 Wita. Ia diantar oleh pihak Kemenlu RI, Wakil Bupati Majene Lukman, Kepala Desa Lalattedong. 

Kedatangannya juga disambut oleh Bupati Majene, Fahmi Massiara, aprat TNI, Polri, tokoh masyarakat, keluarga dan tetangga, yang diiringi oleh tabuhan musik rebana. Begutu turun dari mobil yang membawanya, para kerabat saling berusaha memeluk Samsul.

Bupati mengaku sangat berterima kasih terhadap kepada Pemerintah Indonesia khususnya Kemenlu RI, dan seluruh pihak yang telah memberi kontribusi atas bebasnya warganya.

"Kami mewakili Pemkab Majene sangat bersyukur atas pembebasan warga kami, terima kasih semua pihak yang telah membantu,"tuturnya.

Bupati mengimbau kepada warganya yang ingin merantau ke luar negeri agar mendaftra melalui jalur resmi yakni mendaftar di Dinas Tenaga Kerja, agar jika suat waktu terjadi sesuatu hal agar lebih mudah didata.

"Mereka ini kan bekerja di kapal asing dan ke Malaysia tanpa melalui jalur resmi, maknya saya himbau agar mendaftar di Disnaker," pesannya.

Samsul Saguni mengatakan, sudah trauma untuk merantau ke Malaysia. Ia lebih memilih mencari pekerjaaan di Kampung halaman. Kedepannya, Samsul Saguni belum memikirkan untuk melakukan usaha apa. Namun ia mengatakan, akan berusaha dikampung saja.

"Saya sudah tidak mau kesana lagi. Mending di kampung dulu,"katanya.

Samsul Saguni merupakan WNI asal Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Ia disandera selama empat bulan, saat sedang mencari ikan di perairan Sabah, Malaysia.

Selain Samsul Saguni, rekannya bernama Hamdan Yunus, warg Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, terlebih dahulu bebas setelah berhasil kabur dari penyekapan. Keduanya merupakan WNI asal Sulawesi Barat yang disandera Abu Sayyaf saat mencari ikan di wilayah perairan Sabah, Malaysia pada bulan  September 2018 lalu.

Sebelumnya diberitakan, dua WNI asal Provinsi Sulawesi Barat menjadi korban penculikan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Kedua WNI tersebut adalah Usman Yunus alias Hamdan, warga Dusun Bruno, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar dan Samsul Saguni, warga desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. 

Keduanya diculik Selasa (11/9/2018) tahun lalu saat melakukan pencarian ikan di wilayah perairan Tawau, Malaysia. (ant/har)

comments