Adu Mulut di Kantor Dukcapil Polman, Kadis: Warga Tak Sabaran Menunggu

On Selasa, Februari 19, 2019

MASALEMBO.COM

Warga dan petugas Disdukcapil saling adu mulut, sejumlah warga mengaku menunggu terlalu lama (Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Adu mulut terjadi di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (19/2/2019). Adu mulut terjadi antara petugas dan warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan.

Salah seorang warga, Said, mengaku kesal, lantaran menunggu terlalu lama namun tak mendapat pelayanan.

"Saya sudah lama menunggu pak, bayangkan pukul 9 pagi saya sudah di sini, tapi sekarang jam 3 sore belum selesai. Sudah dua hari bolak balik," kesalnya.

Sementara, Kepala Seksi Pendataan Penduduk Sitti Aminah menjelaskan, warga asal Kecamatan Campalagian itu hendak mengurus Kartu Keluarga (KK), namun ia menggunakan data ganda.

"Jadi begini pak, dia itu mau mengurus KTP, tapi di KK-nya, NIK yang dia gunakan dipakai oleh dua orang yang berbeda. Kami sudah jelaskan tapi dia marah-marah," jelas Aminah

Sejumlah warga lain yang hendak mengurus administrasi penduduk juga menyesalkan pelayanan di kantor Capil. Menurutnya, mereka harus menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu tanda tangan kepala Dinas.

"Kalau memang Kadisnya tidak bisa, kan bisa diwakilkan kepada sekretaris atau yang lain," tutur salah seorang warga kesal.

Warga juga menyoroti pelayanan seperti perekaman eKTP. Mereka yang hendak mengurus KTP selalu saja kesulitan mendapatakan KTP dengan berbagai alasan, mulai dari blangko habis, jaringan error, hingga tinta habis.

"Selalu ada alasannya kalau bukan blangko, pasti yang lain," ujar wartawan tersebut enggan menyebut namanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Polman, Nasir Adam membantah jika petugas Capil mempersulit pengurusan administrasi kependudukan. Mengenai blangko KTP, stoknya sudah ada, sementara untuk tinta pencetakan sudah datang dari Jakarta.

"Ini yang masalah, karena pengadaan dan tintanya hanya di Jakarta. Dan kami harus langsung jemput ke pusat," sambungnya.

Ia mengatakan, persoalan ini hanyalah kesalahpahaman karena warga tidak sabaran menunggu. "Memang tadi saya keluar. Cuma mereka tidak sabar menunggu," katanya.

Berdasarkan data Disdukcapil setempat, setiap hari ada sekitar 500 warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, mulai dari eKTP, KK, Akta kelahiran dan administrasi lainnya. (ant/har)

comments