Kisah Heroik Wahyu, Selamatkan 3 Pelajar di Pantai Manakarra

On Rabu, Februari 13, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi (GuideKu.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Seorang remaja bernama Muh Nurwahyun, akrab disapa Wahyu, warga Jl. Nelayan II Lingkungan Karema Selatan Mamuju sontak viral di media sosial usai aksi heroik, Senin (11/2/2019) lalu. Dia bertaruh nyawa menyelamatkan tiga pelajar yang terseret arus ombak di pantai Manakarra, Mamuju.

Ketiga pelajar tersebut, yakni Faris (17), Rafli Alfandi (18), Ivan Tomoto (17). Mereka merupakan siswa SMAN 1 Mamuju. 

Saat ditemui wartawan masalembo.com di rumahnya, Wahyu dengan ramahnya menyambut. Ia menceritakan saat itu dirinya lagi duduk di tanggul di Jalan Arteri. Karena waktu itu menjelang magrib ia sekedar ingin menikmati pergantian siang ke malam. Memang, saat-saat seperti itu, suasana 'sunset' di pantai Manakarra Mamuju cukup mengagumkan.

Saat itulah, tiba-tiba terdengar teriakan anak-anak minta tolong. Teriakan itu adalah rekan tiga orang pelajar yang terseret arus ombak ke tengah laut saat mandi. 

Muh Nurwahyun ditemui di kediamannya Jl. Nelayan II Karema Selatan Mamuju (Foto: Awal S/masalembo.com)

Wahyu menoleh ke arah sumber suara dan melihat di laut sana tiga pelajar digulung ombak. Sontak pemuda 26 tahun itu berenang menyelamatkan walau sempat dilarang Polisi. Polisi melarang Wahyu karena membahayakan jiwanya. Saat itu ombak memang cukup tinggi.

"Saya tidak peduli, saya memberanikan diri berenang untuk menyelamatkan tiga anak itu," ujarnya, terseyum mengingat aksi nekat yang dilakukan Senin sore itu. 

Kata Wahyu, ia berenang keluar dari bibir pantai sekitar 400 meter. Saat itu dia menyelamatkan dua pelajar. Kedua pelajar itu dinaikkan ke atas perahu nelayan yang lewat saat kejadian. Karena kelelahan dan tak mampu lagi berenang akhirnya Wahyu pun memutuskan naik ke atas perahu dan mencari satu korban lagi. Tak berselang lama korban yang satu berhasil ditemukan dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulbar Hoegeng Iman Santoso untuk mendapatkan penanganan medis. 

"Memang itu hari tinggi ombaknya," ungkap Wahyu.

Ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (13/3) pemuda yang sehari-hari bekerja di pencucian motor tak jauh dari rumahnya itu mengaku, dulu pernah bekerja sebagai 'panjala' (penjaring ikan) di laut. Itu sebabnya dia tak asing dengan laut dan berenang hingga ratusan meter. Bahkan Wahyu mengishkan, suatu ketika dia nyaris tewas di laut.

Ia tampak gemetar kala menceritakan kejadian 15 tahun silam itu. Kala itu, ia sedang asik mandi di laut tak jauh dari tempat ketiga pelajar terbawah arus, Senin kemarin. Kedua sahabatnya bernama Zhul dan Akib yang merupakan kakak beradik tewas terbawa arus ombak. Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa lagi.

"Makanya saya nekat menyelamatkan ketiga pelajar tersebut karena saya tidak mau lagi ada korban," katanya.

Wahyu yang lulusan SMP itu adalah anak keenam dari sembilan bersaudara pasangan Udding dan Nurjanna. Ia mengaku tidak mengenal ketiga anak yang dia selamatkan kala itu. Wahyu hanya mengatakan, bersyukur karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain. (awl/har)


comments