KPU Mamuju Ungkap Rahasia Pentingnya Suara Milineal di Pemilu

On Sabtu, Februari 16, 2019

MASALEMBO.COM

Tampak peserta Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 di atas pentas (Egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Generesi milenial sering dianggap generasi yang cuek bebek. Tahunya main gadget, main game, pergi ke mall, nongkrong, pokoknya tidak peduli. Namun tahukah Anda belakangan ini kaum milenial tak lagi buta politik? Mereka bahkan sudah paham isu-isu kebangsaan.

Sebuah studi dari Youth Labolatory Indonesia dilansir Kompas.com mengatakan, anak-anak milenial sudah mulai melek dengan dunia politik, apalagi 'zaman now' kegiatan-kegiatan politik telah merambah media sosial. Dari situlah perjumpaan milenial dengan informasi politik masa kini mulai menggeliat.

Seiring hadirnya pengetahuan milineal tentang politik itu, lantas menjadikan suara kaum milenial menjadi begitu berarti di pemilu 2019. Apalagi suara milenial secara angka populasinya cukup signifikan, sekitar 40 persen. 

Terkait ini, Komisioner KPU Mamuju Muhammad Rivai mengatakan, suara milenial atau kaum muda begitu penting. Selain mewakili polulasi terbanyak juga sebagai agent pendidikan politik masyarakat. Bahkan menurut Rivai, milenial menjadi informan penting bagi keluarga terkait isu pemilu. Rivai mengungkapkan bahwa anak-anak muda menjadi sumber berpikir untuk menentukan pilihan politik dalam suatu keluarga.

"Kami sudah berkeliling ke beberapa tempat, ke desa-desa, ke pelosok-pelosok, ketemu dengan orang-orang tua. Mereka justru lebih mempercayai anak-anaknya. Mereka menggali informasi dari anak-anaknya yang lagi kuliah, sekolah atau yang lebih banyak mendapat informasi di luar," kata Rivai, di sela acara Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019, Sabtu (16/2/2019) pagi di gedung Pemuda Jl. Ahmad Kirang Mamuju.

Karena itu, Rivai mengatakan, KPU Kabupaten Mamuju akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada kelompok milenial. Salah satunya melalui kegiatan seni dan olahraga. Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 yang digelar pagi hingga sore ini adalah salah satunya. Selain itu bakal digelar pula funbike Pemilu dan lomba swafoto di TPS.

Menurut Rivai, milenial sudah begitu akrab dengan kegiatan seni, olahraga, dan karena itu salah satu cara untuk mendekatkan informasi pemilu ke milenial adalah melalui kegiatan-kegiatan yang relevan dengan aktivitas anak-anak muda. 

"Iya jadi pesannya kita ingin agar mereka membantu sosialisasi, menyampaikan ke masyarakat, menyampaikan ke orang tua mereka," ucap Rivai.

Salah satu peserta dari milenial yang hadir, Supriadi mengaku, mengapresiasi kegiatan KPU. Menurutnya, langkah KPU melakukan berbagai upaya mengajak orang ikut memberikan hak suaranya patut diacungi jempol. 

Kendati demikian, Supriadi mengatakan, KPU masih perlu mendistribusi informasi lebih luas hingga ke pelesok-pelosok. "Menurut kami ya di sinilah peran KPU, bagaimana memberikan edukaisi yang baik," ucapnya.

Bagi Supriadi, bicara pemilu adalah soal rasionalitas dan pikiran ideal. Menurutnya, ketika berbicara dua soal itu maka pemuda atau kaum milenial yang paling relevan dibicarakan. 

"Jadi kita harap nantinya, kebiasaan-kebiasaan ini tidak terpusat di kota-kota, sesekali mungkin ke kampung-kampung. Kenapa, karena yang paling penting dieduksi ada di pelosok-pelosok yang secara akses pengetahuan belum sebaik yang di kota-kota," pungkasnya.

Menyoal itu, Komisioner KPU Mamuju Muhammad Rivai mengaku juga mengekspansi desa-desa untuk sosialisasi. Namun untuk event Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu 2019 yang dilaksanakan kali ini, digelar dengan menunjuk event organizer (EO). Karena itu kegiatan serupa tak bisa digelar di desa-desa sebab terkendala mobilisasi alat dan EO. "Tapi intinya kami melakukan sosialisasi yang sama, baik melalui PPK, PPS mapun relawan demokrasi," kunci Rivai.

Mahasiswa STIE Muhammadiyah Reski Yulianti mengaku senang bisa hadir di kegiatan sosialisasi Festival Acoustic Cover Jingle Pemilu ini. Ia mengaku mendapat informasi tersebut dari media sosial KPU. Reski pun yakin tak salah pilih di TPS nanti. "Sudah tahu, jumlah kertas suara ada lima," kata Reski dengan senyum lebar.

Selain Reski, puluhan anak muda dari berbagai kampus dan sekolah meriahkan acara, umumnya mereka hadir mengikuti lomba music festival ini. (har/red).

comments