Lasqi Diharap Ikut Jadi Tameng Pengaruh Negatif Media Komunikasi

On Selasa, Februari 19, 2019

MASALEMBO.COM

Ketua Dewan Lasqi Majene Fatmawati Fahmi (Munirul Islam/Humas Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Bupati Majene H Fahmi Massiara menyinggung terjadinya fenomena negatif akibat pengaruh media komunikasi dan informasi seiring perkembangan zaman. Menurut Fahmi, pengaruh-pengaruh negatif itu tidak serta merta mampu ditepis, apalagi kalangan generasi muda. 

"Beberapa kejadian ataupun peristiwa  sosial yang meresahkan dan menganggu kedamaian masyarakat, itu merupakan dampak serius akibat arus perubahan sosial dan media komunikasi," kata Fahmi saat menyampaikan sambutan kegiatan peningkatan mutu dan kualitas SDM yang religius melalui syi'ar agama dan dakwah tingkat Kabupaten Majene yang digelar Lembaga Seni Qasidah (Lasqi) di halaman Boyang Assamalewuang, Minggu (17/2/2019)

Menurut Fahmi, generasi muda menjadi objek  yang sangat mudah terpapar pengaruh negatif perubahan sosial dan perkembangan media komunikasi serba canggih. Mereka (generasi muda, red) dengan mudah dan mahir menggunakan media komunikasi, sehingga informasi yang seharusnya belum mereka serap, diadopsi dengan mudah tanpa ada filter keagamaan yang menjadi tameng. 

Bupati Majene H. Fahmi Massiara dan Wabup H. Lukman di acara Dewan Lasqi Kabupaten Majene (Munirul Islam/Humas Majene)

Karena itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Majene ini berharap, Dewan Lasqi Majene turut menjadi tameng untuk membentuk arus perubahan sosial, terutama pengaruh radikalisme atas nama agama. "Ini makin menjerumuskan generasi muda pada situasi yang keluar dari konteks kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama," ucap Fahmi.

Sementara itu, Ketua Dewan Lasqi Majene Fatmawati Fahmi mengatakan, lembaga Lasqi merupakan sarana syiar agama dan dakwah. Menurutnya, Lasqi merupakan salah satu media yang efektif dan juga instrument penting dalam peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) yang religius.

"Jadi di sini (Lasqi, red) ada nada dan dakwah, di dalamnya ada pesan-pesan moral, pesan-pesan religius," ucap Fatma

Kendati demikian, ia berharap, kehadiran Lasqi tanpa dukungan semua pihak pun tidak berarti. Olehnya ia meminta, animo masyarakat harus tumbuh pada event-event keagamaan seperti yang digelar Lasqi Majene saat ini.

Dijelaskan Fatma, seiring perkembangan zaman boleh jadi anak muda memang, sudah tidak mengenal lagi seni qasidah, namun dengan lahirnya Nissa Sabyan sebagai generasi baru qasidah modern dengan sub genre yang disukai semua kalangan termasuk anak muda, membuat seni musik qasidah tetap eksis.

Untuk diketahui, melalui kegiatan peningkatan mutu dan kualitas SDM yang religius melalui syi'ar agama dan dakwah ini, Dewan Lasqi Kabupaten Majene akan memilih bintang Lasqi tahun 2019. Pemenang akan dipilih dari 24 orang peserta dari delapan kecamatan di Majene. Tiap kecamatan, mengirim tiga orang peserta calon bintang Lasqi Majene yang nantinya akan mewakili Majene menuju pemilihan bintang Lasqi Sulbar. 

"Pemilihan bintang Lasqi ini dilakukan secara berjenjang sampai tingkat nasional," ucap Fatmawati Fahmi.

Turut hadir pada kesempatan ini, wakil bupati H. Lukman, Sekretaris Daerah Andi Achmad Syukri Tammalele, sejumlah pimpinan SKPD dan pengurus Lasqi Majene. (adv/red)

comments