Pasca Nelayan Tewas Terkena Bom Ikan, Polair akan Gelar Razia

On Rabu, Februari 13, 2019

MASALEMBO.COM

AKP Jubaidi (kanan) saat menggelar operasi laut (Dok: Polair Polres Polman)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Peristiwa tewasnya Rijal (27 tahun), warga kampung Timorang, Dusun Lendang, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (12/2/2019) siang kemarin akibat ledakan bom ikan di tangan menjadi bukti masih ada nelayan di daerah ini menggunakan bahan terlarang saat melaut.

Kendati petugas, tidak berhenti berpatroli sembari mengingatkan warga untuk tidak menggunakan bom saat melaut, lantaran tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri tetapi juga ekosistem laut, namun nyatanya masih saja ada warga yang nekat mengabaikan hal tersebut.

Bahkan bukan tidak mungkin, selain korban Rijal, masih terdapat nelayan lainnya di daerah ini yang menyimpan bahan peledak untuk kepentingan menangkap ikan.

Mengantisipasi hal tersebut kembali terjadi, Kasat Polair Polres Polman, AKP Jubaedi mengaku telah mempersiapkan sejumlah langkah agar tidak lagi ada nelayan yang tewas akibat penggunaan bom ikan atau bahan peledak saat melaut, salah satunya dengan menggelar razia.

“Razia terhadap nelayan yang berada di laut, kita juga akan melakukan razia di pemukiman nelayan di Pulau Battoa yang dicurigai menyimpan bom ikan atau bahan peledak, serta memperketat razia perahu nelayan yang akan berangkat ataupun baru tiba melaut," ujar Jubaedi, Rabu (13/2).

Baca: Terkena Bom Ikan, Nelayan Pulau Bottoa Tewas Saat Melaut

Selain itu, mantan Kasat Reskrim Polres Majene ini juga mengaku akan mengidentifikasi para nelayan yang diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak, serta intensif melakukan patroli menggunakan kapal Satpolair. "Kami juga tetap akan melakukan sosialisasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat nelayan agar tidak menangkap ikan menggunakan bahan peledak, serta melakukan penyelidikan terhadap nelayan yang diduga menggunakan bahan peledak," ungkapnya.

Dari keterangan sejumlah warga, pelaku yang menggunakan bom untuk menangkap ikan, kerap melancarkan aksinya di perairan berkarang. Kondisi ini membuat banyak nelayan kecil mulai kesulitan mendapatkan ikan.

Pihak berwenang khususnya kepolisian dituntut bertindak tegas, agar tidak ada lagi korban jiwa akibat bom ikan, dan ekosistem laut yang terancam rusak akibat ledakan bom dapat terus terjaga.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini mengatakan, tim Polair dari Polda Sulbar akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Selain itu untuk mencari informasi, pihaknya juga akan menggali informasi terkait bom ikan tersebut.

"Kami akan berkordinasi dengan Polair dari Polda Sulbar.  Karena tidak menutup kemungkinan pelaku atau korban hanya satu orang saja," jelasnya. (ant/har)

comments