Sulawesi Barat Ditarget Bebas Sampah Plastik 2025

On Jumat, Februari 22, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati Agus Ambo Djiwa, Kepala BLHK Sulbar Fatimah dan pejabat lainnya foto bersama usai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di pantai Maleo Pasangkayu (Edison S/masalembo.com)

PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat turut memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. Peringatan HPSN dipusatkan di pantai Maleo Kabupaten Pasangkayu.

Tampak hadir, Bupati H. Agus Ambo Djiwa, Kepala BLHD Sulbar Fatimah, Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana, unsur Forkopimda dan Kepala BLHD Kabupaten Se-Provinsi Sulbar.

Agus Ambo Djiwa mengaku, mengapresiasi pelaksanaan HPSN di Pasangkayu ini. Ia bertekad akan terus memotivasi warganya untuk mencipatkan lingkungan bersih,  bebas sampah plastik.

“Kami sangat peduli dengan kegiatan ini karena kita ingin sampah menjadi musuh bersama,” ujarnya.

Sambung Agus, melalui HPSN kali ini juga ia berharap kesadaran dan motivasi masyarakat dapat terbangun untuk memberantas sampah. Sebab, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak.

Kepala BLHD Sulbar Fatimah, menyampaikan, peringatan HPSN dimulai dengan workshop beberapa hari lalu, hingga hari ini apel bersama di anjungan pantai Maleo. Diarahkannya ke Pasangkayu agar masyarakat bisa ikut terdorong membersihkan sampahnya di lingkungan masing-masing, mulai dari kabupaten paling utara Sulbar ini.

Ia menyebut untuk Sulbar dan Pasangkayu ditarget bebas sampah plastik pada tahun 2025 mendatang. Sampah plastik, kata dia, sudah harus didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bernilai ekonomis.

“Saya sangat mengapresiasi bapak bupati yang memberi peluang HPSN dilaksanakan di Pasangkayu. Beliau juga terjun langsung bagaimana mengerahkan dan mendorong masyarakat agar sadar terhadap kebersihan lingkunganya,” ungkap Fatimah

Ditempat sama, Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana mengharap HPSN ini bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan.

“Kebersihan sebagian dari iman. Kebersihan harus dimulai dari yang kecil-kecil, dari diri kita sendiri kemudian kepada lingkungan. Kalau perlahan-lahan itu dijalankan semua lingkungan kita akan bersih, daerahpun akan nyaman," terangnya. (eds/har)

comments