Demi Kuliahkan Istri, Lelaki Ini Rela Jadi Kuli Bangunan

On Rabu, Maret 13, 2019

MASALEMBO.COM

Rusfan Hariadi (Foto: Jamal Tanniewa/masalembo)

MATENG,  MASALEMBO. COM - Rusfan Hariadi rela jadi kuli bangunan demi kuliahkan sang istri. 

Semangat ayah satu anak ini patut diacungi jempol. Ia tak peduli harus banting tulang setiap hari demi mewujudkan impian sang istri tercinta. "Waktu istri saya rencana mau kuliah, saya langsung mendukung. Soal biaya tentu saya harus bekerja keras," jelas Ippang, sapaan akrab Rusfan Hariadi, (12/3/2019). 

Sejak itulah Ippang makin semangat bekerja, sekalipun jadi kuli bangunan. Warga Desa Babana Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) itu, berkerja tanpa mengenal lelah. Bahkan tekadang Ia bekerja sendiri. Mulai dari mengaduk semen, hingga memasang batu, dikerjakan tanpa bantuan orang lain. "Kalau hanya pasangan batako dan keramik, saya sudah biasa sendiri," ungkapnya.

Lelaki berusia 25 tahun itu juga tak pernah mengeluh soal upah. Walaupun bayaran kerjanya kurang dari standar umum, Ia tetap ikhlas. Bagi Ippang, yang penting mendapat pekerjaan dan bisa menutupi biaya kuliah istrinya. Jika hanya berbekal ijasah SMA, itu belum cukup untuk mencari pekerjaan. Itu sebab Ippang bertekad melanjutkan pendidikan sang istri tercinta. 

"Biar saya menjadi kuli bangunan, yang penting istri bisa kuliah dan menjadi sukses nanti," tutur lelaki tangguh itu, sembari mengayunkan sekop memindahkan material tanah ke gerobak lori.     

Kata dia, mewujudkan cita-cita istrinya menjadi sarjana, adalah tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Tak heran jika Ia begitu bersemangat dan bekerja keras setiap hari. Bahkan sebelum berangkat kerja, Ia menyisipkan waktu mengantar sang istri ke tempat kuliah. "Semua ini saya lakukan demi masa depan keluarga," terang Ippang yang saat ditemui mengenakan kaos merah dan celana pendek hitam. Kepalanya dibalut kaos usang untuk menutupi wajahnya dari terik matahari.

Diceritakan, hubungan asmara mereka terjalin ketika masih duduk di bangku SMA. Setelah tamat, kedua insan ini menyatukan hati mereka di pelaminan. Pasangan tersebut kini dikarunia seorang putri. "Kami menikah tahun 2014," ucap Ippang mengisahkan masa lalunya.      

Perjalanan hidup keluarga Ippang menjadi salah satu motivasi dalam membina rumah tangga. Tak banyak lelaki atau suami seperti Ippang yang rela berkoban demi pendidikan sang istri. (jml/riz)

comments