Demi UNBK, Dilham Rela Bawa CPU ke Tengah Hutan

On Sabtu, Maret 30, 2019

MASALEMBO.COM

Dilham sedang merangkai CPU dan mencari jaringan internet untuk mengisi soal dan meminta token UNBK (Foto: Hand Over/Dilham)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Setiap hari pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Dilham selalu membawa seperangkat komputer ke tengah hutan di luar dusun. Tujuan hanya untuk dapat melaksanakan UNBK bagi puluhan pelajar Madrasah Aliyah (MA) DDI Taukong di Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

"Kita bawa ke luar, ke Lombe (nama tempat) untuk dapat mengambil soal," kata Dilham, Jumat (28/3/2019).

Dilham mengatakan, hanya dengan berada di Lombe, ia dapat mendapatkan jaringan internet. Lumayan kuat untuk bisa mengisi selver dengan soal-soal UNBK. Jarak dari sekolah ke tempat jaringan sekitar 5 kilometer.


"Kalau di sekolah sama sekali tidak ada jaringannya, jadi mereka (siswa) kerjakan secara offline setelah kita isi selvernya," tutur Dilham.

Seperti tampak pada gambar, Dilham, sang Proktor di sekolah MA DDI Taukong itu, kembali memasang perangkat komputer di tengah pepohonan di pinggir jalan poros Salutambung-Aralle. Ia kembali memasang CPU dan selver untuk mengisi soal dan mengambil token lalu dibawa kembali ke sekolahnya untuk dikerjakan secara offline oleh para peserta UNBK. Proses UNBK ini bersifat semi online.

Kata Dilham, CPU atau server ini harus sudah disetting sebelum pelaksanaan ujian, agar nantinya panitia tidak kelabakan. Dengan adanya solusi ini, ia mengaku bersyukur, paling tidak bisa mengurangi beban sekolahnya yang dulunya menumpang ujian di sekolah pinggiran yang sudah memiliki jaringan internet.

"Dulu kan kita selalu turun ke bawah, ke Malunda, jauh sekali apalagi jalanan rusak, tapi sekarang ada peraturan kita bisa ujian di sini dengan cara begini," ucapnya.

Untuk diketahui, Proktor adalah orang yang bertanggungjawab  mengendalikan server untuk sebuah sekolah pada pelaksanaan UNBK. Proktor berperan sangat penting untuk ujian semi online di sekolah-sekolah tingkat SMP/SMA dan sederajat.

Dilham, Proktor MA DDI Taukong di pengunungan Kecamatan Ulumanda mengatakan, pekerjaannya sebagai pengendali selver dibantu oleh beberapa rekan, antara lain pengawas juga teknisi.
Pada hari pelaksanaan ujian, Dilham juga bertugas meminta token dari pusat untuk bisa membuka soal yang ada di masing-masing sekolah. Selanjutnya ia menjaga server dan jaringan client di ruang ujian supaya tetap terhubung. Juga memperbaiki masalah-masalah teknis jaringan, seperti soal yang tidak muncul, tidak bisa log in dan lainnya.

Setelah ujian usai, proktor pula yang berwenang mengunggah jawaban siswa ke server pusat.

"Saya berharap, kedapan jaringan internet bisa menjangkau ke sekolah kami, sehingga kita tidak harus ke luar mencari jaringan," tutur Dilham. (har/red)

comments