Disdikpora Mamuju Sayangkan Penganiayaan Guru di Kalukku

On Jumat, Maret 15, 2019

MASALEMBO.COM

Kepala Disdikpora Mamuju Hj Murniani (awal s/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju menyayangkan insiden penganiayaan guru di SMP Negeri 6 Kalukku beberapa hari lalu. 

Kepala Disdikpora Mamuju Hj Murniani mengatakan, penganiayaan orang tua siswa terhadap guru Harlawan Akhlak, pada Selasa 14 Maret lalu itu, adalah tindakan tak terpuji. Menurutnya pemukulan yang dilakukan orang tua siswa tersebut merusak dan mencederai citra dunia pendidikan.

"Kejadian ini tidak bisa kita tolerir," ujar Murniani, Jumat (15/03/19) ditemui di ruang kerjanya.

Kata Murni, jika ada permasalahan dalam sekolah sebaiknya dibicarakan dengan baik, dengan kekeluargaan tanpa harus melakukan kekerasan. Ia menyakini tindakan refleks guru SMP 6 yang menjadi penyebab keluarga siswa marah, semata-mata sebagai upaya untuk mendidik siswa. "Itu demi mematuhi aturan dan kedisiplinan di sekolah," katanya.

"Tidak ada satupun guru yang ingin merusak siswanya. Kecuali kalau ada guru yang tidak normal, namun sepanjang guru itu normal tidak ada satupun yang akan 'memakan' anak didik," lanjutnya.

Murniani menjelaskan, pihak guru SMP 6 Kalukku sebelumnya telah meminta maaf kepada siswa dan juga orang tuanya, bahkan menyesal karena "memukul" siswa tersebut dengan tidak sengaja.

Baca: IGI Sulbar: Kronologi Pemukulan Guru SMPN 6 Kalukku

"Saat itu iya menyadari dirinya khilaf, telah melakukan pemukulan dan meminta maaf kepada anak tersebut," terangnya.

Untuk sementara lanjut Murniani, guru Harlawan Akhlak mengajar di SMPN 3 Kalukku, sesuai mata pelajaran yang diampuh saat di SMPN 6 Kalukku. Sementara, orang tua siswa yang melakukan penganiayaan telah ditahan di Polres Metro Mamuju guna pengembangan lebih lanjut terhadap kasus ini.

"Untuk sementara kita tugaskan dia (Harlawan Akhlak) di SMPN 3 Kalukku untuk menghilangkan trauma yang menimpahnya," kata Murni

Terpisah, Kepala SMP Negeri 6 Kalukku, Ruslan, saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, dirinya memberikan sanksi tegas kepada anak pelaku untuk mencari sekolah lain. 

"Intinya kita sudah tidak mau menerima lagi di sini, terserah dimana mau cari sekolah," tegas Ruslan.

Dikatakan, tindakan tersebut sebagai pembelajaran untuk tidak terulang kembali. "Ini sebagai pembelajaran siswa dan orang tua siswa agar tidak sewenang-wenang melakukan kekerasan terhadap guru," pungkasnya. (awl/har).

comments