Dugaan Korupsi Pengadaan Benih Padi, ASN Distan Pasangkayu Jadi Tersangka

On Rabu, Maret 27, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi (Foto: tribunnews.com)

PASANGKAYU, MASALEMBO.COM -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju Utara (Matra) menetapkan dua orang tersangka pengadaan benih dan caplak (alat panen) yang disalurkan ke petani di Kabupaten Pasangkayu.

Bantuan untuk petani ini melekat di Dinas Pertanian Provinsi Sulbar dan dianggarkan pada tahun 2016 dengan nilai Rp 1,6 miliar. Bantuan ini menyeret dua orang tersangka, satu diantaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pasangkayu.

Kepala Kejari Matra, Imanuel Rudi Pailang, mengatakan, penetapan tersangka dua orang ini telah melalui proses penyelidikan dan penyidikan serta sudah diekspos bersama BPK wilayah Sulbar.

Imanuel Rudi Pailang (ist)

"Berdasarkan hasil ekspose dengan BPK, bahwa pengadaan benih ini diduga fiktif. Dua orang tersangka masing-masing berinisial WG dan AW," tutur Kepala Kejari Matra, Imanuel Rudi Pailang, Senin (25/3/2019).

Lanjut Imanuel, kedua tersangka ini memiliki peran masing-masing. WG sebagai rekanan sementara AW adalah seorang ASN Distan Pasangkayu.

WG tidak menjalankan tugasnya menyalurkan barang sesuai kontrak, sementara AW lalai menjalankan tugasnya sesuai juknis. Akibatnya diduga melakukan penyimpanan yang menimbulkan kerugian negara.

"Hasil penyelidikan rekanan ini mengaku bahwa benih telah disalurkan ke petani. Sedangkan petani yang kami mintai keterangan mengaku tidak menerima benih tersebut. Keduanya ada kelalaian sehingga berpotensi ada kerugian negara," kata Imanuel.

Berdasarkan hasil ekspose dengan BPK lanjutnya, diduga kerugian negara kurang lebih Rp500 juta.

Imanuel menambahkan, Penyidik Kejari Pasangkayu, saat ini baru fokus ke kasus pengadaan benih padi. Smentara alat panen (caplak) belum menjadi fokus perhatian. (eds/har)

comments