Jejering Kemitraan Dorong Produktifitas Transmigrasi Sulbar

On Jumat, Maret 15, 2019

MASALEMBO.COM

Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP menyampaikan sambutan sebelum meresmikan jejaring kemitraan Dinas Transmigrasi (Foto: egi/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Sebagai upaya mendorong produktifitas, Dinas Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat membangun Jejaring Kemitraan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Bina Se-Sulawesi Barat. Peresmian jejaring kemitraan ini dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan rumah sakit se-Sulbar. Kegiatan ini digelar di M-City hotel Mamuju, Kamis (14/3/2019) malam.

Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar H Herdin Ismail mengatakan, sebagai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 50 Tahun 2018, program transmigrasi saat ini mulai dibangun dengan lintas sektoral. "Tidak bisa lagi kerja sendiri-sendiri," katanya

Penandatangan MoU dengan Rumah Sakit se-Sulbar (Foto: egi/masalembo.com)

Kata Herdin, program transmigrasi bukan hanya sekdar memindahkan penduduk tapi bagaimana agar perekonomian warga setempat juga maju, termasuk bagaimana pendidikan dan kesehatan. "Jadi harus melibatkan lintas sektoral," ucapnya, usai penandatangan MoU dengan pihak rumah sakit, Kamis malam.

Lebih jauh Herdin menjelaskan, MoU dengan pihak rumah sakit se-Sulbar, sebagai bentuk dukungan jaminan kesehatan warga transmigran. Kata dia, rumah sakit akan memberikan pelayanan maksimal bila warga transmigrasi mengalami sakit selama dalam masa pembinaan. Termasuk Dinas Transmigrasi melalui pengelola UPT akan memberikan biaya tambahan jika sakit, Rp50 ribu per hari.

Foto bersama usai peresmian jejaring kemitraan dan penandatanganan MoU dengan rumah sakit (egi/masalembo.com)

"Itu diberikan untuk satu keluarga, bukan per orang, jadi meskipun ada lima orang yang mengantar ke rumah sakit tetap biayanya 50 ribu per hari," ungkap H Herdin.

Kadis Transmigrasi Herdin Ismail juga mengatakan, kedepan, warga transmigrasi yang datang ke Sulbar akan dibekali keterampilan kerja sesuai kondisi penempatan. Selain itu juga akan dibekali modal usaha, misalnya warga DKI Jakarta yang akan dibekali dengan ternak sapi. "Jadi mereka akan beternak sapi, sapinya akan dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Muhammad Idris DP yang meresmikan jejaring kemitraan Dinas Transmigrasi ini mengatakan, transmigrasi adalah konsep ideal dengan berbagai tujuan. Selain karena pemerataan penduduk juga karena untuk persebaran pemerataan pembangunan.

"Transmigrasi ini kan untuk mendorong daerah tujuan cepat melakukan transformasi perubahannya, nah ini yang harus diantisipasi jangan sampai kita sudah menerima sumber daya, tapi kita tidak bisa jadikan sebagai sumber daya produktif," kata Idris.

Muhammad Idris menilai, warga transmigran yang dikirim ke daerah penempatan adalah sumber daya yang harus produktif, maka jaminan pendidikan dan kesehatan harus terjaga. "Iya ndak mungkin bisa produktif kalau ndak sehat kan," kata Idris kepada sejumlah awak media.

Idris menyebut, Sulbar dengan segala potensinya masih sangat perlu sentuhan sumber daya manusia handal untuk membawa daerah ini lebih maju. (har/red)


comments