Kapal Tenggelam, TKI Asal Polman Meninggal di Malaysia

On Jumat, Maret 15, 2019

MASALEMBO.COM

Nasri (tengah), warga Polman yang meninggal di Keke, Malaysia (istimewa/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indonesia dilaporkan meninggal di Malaysia. Korban bernama Nasri alias Cali (bapak Risma), yang merupakan warga Jalan Andi Latanratu, lingkungan Kalawa, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. 

Menurut anak sulung korban, Risma, kabar duka itu  diterima oleh pihak keluarga pada hari Kamis (13/3/2019) malam. "Sekitar jam 10 malam, kami ditelepon oleh keluarga di sana, mengatakan korban meninggal," tuturnya sedih.

Risma menceritakan, ayahnya dikabarkan meninggal dunia karena mengalami kecelakaan saat kapal tempatnya bekerja tenggelam saat mencari ikan di wilayah perairan Keke, Kota Kinabalu, Malaysia.

"Ada lima orang di kapalnya, tapi hanya bapak yang korban karena tidak tahu berenang," ungkapnya.

Pihak keluarga tidak menyangka, jika korban akan pergi meninggalkan secepat itu, sebab korban sehat dan tidak menderita riwayat penyakit dan tidak ada firasat atau tanda-tanda jika korban akan meninggal.

Risma menceritakan, terakhir berkomunikasi dengan bapaknya pada malam Selasa lalu. Waktu itu ia lama bicara sambil saling menanyakan kabar dan kondisi masing-masing. "Dua malam lalu, saya masih baku telpon sama bapak. Dia tanya kabar keluarga di sini, katanya dia sehat," ujar Risma.

Korban sudah 10 tahun bekerja di Keke, Malasysia. Selama di Malaysia, korban rutin pulang kampung. Terakhir pulang tahun 2017 lalu. Yang membuat keluarga sedih adalah karena korban rencananya akan pulang kampung untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini.

"Dua tahun lalu dia pulang. Dan katanya bulan puasa ini mau lagi pulang kampung," katanya.

Kesedihan juga diraskan oleh Nurlia, adik kandung almarhum. Ia mengaku sangat terpukul mendengar kabar duka tersebut. Sebab ia sangat dekat dan akrab dengan almarhum

"Orangnya baik, kalau telpon selalu tanyakan semua keluarga. Kalau pulang itu, selalu banyak oleh-oleh dibawa untuk keluarga," kenangnya.

Saat ini, jenazah masih sementara di ruang pemulasaran jenazah di hospital Keke, Malaysia. Pihak keluarga disana sementara masih mengurus dokumen adminitrasinya untuk kepulangan jenazah korban. Rencananya, jenazah akan tiba di kampung halaman pada hari Minggu (17/3/2019) lusa.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Polman, Indar Jaya mengatakan, bahwa jika korban adalah TKI resmi, maka ia telah di asuransikan dan akan mendapatkan uang santunan dari BPJS ketenagakerjaan.

"Kalau TKI resmi nominalnya 100 juta. Tapi kalau tidak resmi itu tidak ada. Paling biasanya perusahaan tempatnya bekerja yang memberi santunan," jelasnya.

Untuk pemulangan jenazah, biasanya perusahaan tempatnya bekerja yang akan memulangkan jenazah. Kalau tidak ada keluarga yang mengurusi maka akan diambil alih oleh pihak BNP2TKI.

"Biasanya kalau tidak ada yang mengurus, biasa kedutaan Indonesia di Malaysia akan mengintervensi. Karena itu memang sesuai Undang-undang setiap warga negara yang meninggal harus diurus oleh negara," terang Indar Jaya.

Indar menghimbau kepada warga Polewali Mandar yang ingin menjadi TKI keluar negeri, agar mendaftar secara resmi di Kantor Dinas Tenaga Kerja Polman. "Penting karena kalau ada kasus seperti ini, kasihan korban tidak ada uang santunan untuk anak dan istrinya. Belum lagi kalau ditangkap polisi dan imirasi di Malaysia, pasti dipenjara baru di deportasi," pungkasnya. (ant/har)

comments