Kerukunan Keluarga Luwu, Bone dan Bulukumba Galang Silaturahmi

On Minggu, Maret 10, 2019

MASALEMBO.COM

Foto bersama tiga kerukunan keluarga, Bulukumba, Bone dan Luwu Raya (Awal S/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Kerukunan keluarga Kabupaten Bulukumba, Bone dan Luwu Raya menggelar pertemuan di pantai Lombang Lombang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Minggu (10/3/2019).

Pertemuan perdana tersebut dihadiri ratusan orang dari komunitas tiga daerah asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Mamuju ini. Pertemuan dimotori Ketua Kerukunan Bulukumba, Muhammad Imran.

Muhammad Imran yang juga Kasrem di Makorem 142 Tatag Mamuju mengatakan, pertemuan ini hanya sebatas silaturahim untuk mempererat hubungan
tiga kerukunan asal Sulsel yang terbentuk di Mamuju.

"Kalau hari libur terjadi perkumpulan, misalnya di Rangas ada perkumpulan kerukunan, terus juga di Simboro ada juga pertemuan kerukunan, jadi kita ingin bersatu untuk berkumpul," ucap Muhammad Imran

Dikatakan, selain silaturahim antar kerukunan juga untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa walaupun perantau yang berkolompok-kelompok tapi pada dasarnya kita adalah satu yang tujuannya untuk membangun, khususnya daerah Mamuju dan Sulbar pada umumnya.

"Semangat yang kita bawah adalah semangat sesama anak bangsa," pungkasnya

Imran berharap, pertemuan ini tetap berlanjut dengan mengundang kerukunan lain dari Sulsel.

Sekertaris Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Ilham mengatakan, mengapresiasi pertemuan tersebut. Kata dia, dengan digelarnya pertemuan yang dihadiri tiga kerukunan, selain sebagai ajang silaturahim untuk saling mengenal antar sesama kerukunan, juga mengeratkan persatuan.

"Kedepan semoga tak ada lagi berkelompok-kelompok," pungkasnya.

Pembina Kerukunan Keluarga Wija To Bone H Andi Hasanuddin mengucapkan terima kasih atas inisiatif Kasrem Muhammad Imran yang menggagas sehingga dapat mempertemukan tiga kerukunan di Mamuju. Ia berharap pertemuan ini bisa terjadwal kembali sehingga silaturahim tetap berjalan.

"Saya berharap pertemuan ini tidak cukup, tetap berjalan," harapnya. (awl/har)

comments