LMND Mamasa: Pemda Tak Bisa Pikirkan Kepentingan Masyarakat

On Jumat, Maret 29, 2019

MASALEMBO.COM

LMND  Mamasa sat melakukan aksi unjuk rasa (Foto: dok. Frendy Christian)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Pelayanan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamasa yang belakangan ini dikeluhkan warga, menuai tanggapan kritis dari Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND). Menurut Ketua LMND Mamasa Arnol Buntulangi, pelayanan PDAM seharusnya menjadi perhatian serius karena meyangkut persoalaan hidup masyarakat.

“PDAM adalah unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum dan jika pihak PDAM tidak bisa meningkatkan pelayanan, sama halnya dengan pemerintah daerah yang tidak bisa memikirkan kepenetingan rakyatnya,” ucap Arnol.

Ia mengatakan, Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 dan juga  Undang-undang Repiblik Indobesia Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air menjadi dasar dari pemerintah untuk menjalankan pelayanan khusunya pelayanan air bersih.

“Pengelolan air bersih di Mamasa tidak mempertimbagkan kualitas air yang dikomsumsi masyarakat setiap harinya, sering air PDAM yang mengalir ke rumah-rumah warga keru dan berpasir jika musim hujan,” kata Arnol, Selasa (26/3/2019).

Lebih jauh ia mengatakan, jika dalam waktu dekat pihak Pemerintah  Daerah Mamasa tetap mengabaikan keluhan warga, maka LMND akan melakukan aksi unjuk rasa. "Kasus ini akan segara kami laporkan ke pihak terkait termasuk ke pihak Ombudsman RI, dan jika dalam waktu dekat tidak ditindak lanjuti maka kami akan melakukan unjuk rasa,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah warga di Dusun Ponding, Desa Buntubuda mengeluh kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Air PDAM berminggu-minggu tak mengalir ke sejumlah rumah penduduk. Sebagian warga terpaksa mengangkut air dari muara sejauh 300 meter untuk keperluan mereka.

“Meteran air sudah lama dipasang pihak PDAM di rumah saya, sudah hampir satu tahun. Namun airnya tidak pernah mengalir," ungkap Ramba, warga Buntubuda.

Sementara itu, Direktur PDAM Mamasa Awaluddin yang dikonfirmasi mengatakan, stok air terbatas. Kapasitas air yang diproduksi PDAM Mamasa hanya 40 liter per detik, sementara warga yang menggunakan meteran air bersih sebanyak 4.000 rumah tangga.

Pihaknya berharap ada kerja sama dari masyarakat untuk menggunakan air seperlunya. Selain itu, juga ia meyebut ada sejumlah warga yang tagihan airnya menunggak bahkan membayarbayar air.

Khusus persoalan air di Desa Buntubuda pihaknya mengaku akan segera meninjau peyebab air tak dapat mengalir ke rumah-rumah penduduk dalam waktu dekat ini. (frd/har)

comments