Atlet Kejurnas Takraw Pelajar Keluhkan Fasilitas Rusun Tempat Menginap

On Jumat, April 12, 2019

MASALEMBO.COM

Rusunawa Kelurahan Madatte (Foto: Asrianto/masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM -  Sejumlah atlet dan official kejurnas sepak takraw mengeluhkan tempat mereka menginap di rumah susun di Jalan Pembangunan, Kelurahan Madatte, Polewali Mandar.

Rusun ini merupakan rumah susun pertama di Kabupaten Polman yang belum dihuni. Rusun ini berlantai empat dengan menyediakan kapasitas 114 kamar hunian. Rusun diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sewa hunian rusun akan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat Polman. 

Penunjukan rusun ini dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)  Sulbar untuk menampung atlet dari berbagai provinsi sekira 192 atlet menginap di rusun tersebut. Mereka akan tinggal selama sepekan mulai 8 sampai 13 April.

Asisten Pelatih Kontingen Provinsi Sulsel, Haedar, mengatakan, kamar tempat mereka menginap terasa panas sebab tidak tersedianya fasilitas kipas angin di rusun tersebut.

"Kami kepanasan karena tidak ada kipas, terpaksa kami buka jendela. Banyak lagi nyamuk," katanya.

Selain itu, salah satu atlet sepak takraw asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Novita mengungkapkan, tidak adanya fasilitas kipas angin membuat suhu udara di dalam kamar terasa panas dan banyak nyamuk. "Fasilitas lainnya sudah nyaman, tapi tidak adanya kipas angin membuat kita jadi kepanasan dan banyak nyamuk karena jendelanya terbuka," ujarnya.

Hal yang sama dikeluhkan atlet takraw asal Provinsi Kepulauan Riau, Zidan. Menurutnya, selain tidak adanya kipas angin juga ditambah WC-nya tersumbat. "Panas malah, nyamuk juga banyak apalagi WC tersumbat jadi kalau cuaca panas di malam hari terpaksa kami kipas pake tangan saja," tuturnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disrumkintan) Polman, Nurdaris, membenarkan adanya keluhan para atlet yang kepanasan karena tidak tersedianya kipas angin. Meski demikian, fasilitas lainnya seperti spring bed, bantal, air ember, timba dan listrik sudah dilengkapi.

"Kami hanya fasilitasi saja pemondokan atletnya saja di rusun. Untuk pengadaan fasiliatas lainya seperti kipas angin itu urusannya panitia pertandingan,"katanya. 

Ia mengakui, pembersihan di Rusun sifatnya dadakan dilakukan secara maraton dua hari sebelum ditempati para atlet sehingga para pengelola terpaksa lembur bekerja keras.

"Coba bayangkan, kami diberi waktu dua hari membersihkan. jadi anggota pengelola rusun bekerja terus pagi tembus siang membereskan rusun," sambungnya. 

"Sebagian besar kamar nyaris terisi semua kecuali yang belum dipasangi lampu, tapi ada juga yang senang ingin bergabung bersama temannya, jadi satu kamar biasa ada tiga ada empat," tutupnya.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) olahraga Sepaktakraw antar pelajar PPLP, PPLPD, SKO se Indonesia digelar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kejurnas ini telah berlangsung mulai tanggal 8 - 13 April 2019 dan dipusatkan di gedung Gadis Pekkabata. 

Sebanyak 14 Provinsi ikut dalam kejurnas ini diantaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi Tenggara, dan beberapa provinsi lainnya. (ant/har)

comments