Elpiji 3Kg Sudah 2 Pekan Langka di Mamasa, Aktivis Mahasiswa Angkat Bicara

On Selasa, Mei 07, 2019

MASALEMBO.COM

Warga Kota Mamasa menyerbu mobil agen Gas yang baru tiba. (Foto :Frendy Cristian-Masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM-  Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, kelangkaan tabung gas elpiji 3 begitu meyulitkan masyarakat, khususnya masyarakat menenga ke bawah. Kelangkaan ini hampir terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Sudah hampir dua pekan warga Mamasa kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg.Hal ini menuai tanggapan sejumlah aktivis Mahasiswa di Mamasa salah satunya Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Mamasa. 

Menurut Sekertaris Umum LMND Mamasa Boby Harianto, kelangkaan tabung gas elpiji 3kg yang belakangan ini menjadi keluhan masyarakat disebabkan karena tidak terkontrolnya pengguna atau konsumen.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendlstrlbusian liquefied petroleum gas  pada pasal 20 ayat 2, sangat jelas megatur,  pengguna elpiji tertentu merupakan konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang menggunakan elpiji tertentu dalam kemasan tabung elpiji 3 Kg dengan harga diatur dan ditetapkan oleh Menteri.

“Gas elpiji 3kg ini adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat yang kurang mampu. Jelas tertulis  di tabung elpiji 3 kg ‘hanya untuk masyarakat miskin’ jadi tabung yang bersubsidi itu bukan untuk rakyat yang mampu seperti ASN ” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (07/05).

Pihaknya meminta agar pemerintah  daerah serta pihak kepolisian agar bersama-sama melakukan operasi pasar dengan memberikan himbauan kesejumlah para pejabat atau ASN yang selama ini menggunakan elpiji 3 kg agar tidak lagi digunakan karna bertentangan dengan aturan, karena elpiji 3kg itu diperuntukan untuk masyarakat miskin.

Selain itu pihaknya meminta pemerintah daerah segera berkordinasi dengan pihak pertamina agar pendistribusian tabung gas elpiji 3kg lancar masuk di wilayah Mamasa, karena masyarakat sudah hampir 2 minggu lebih kesulitan mendapatkan tabung elpiji 3kg.

“Saat ini sudah memasuki bulan Ramadan tentu penggunaan untuk elpiji 3kg meningkat, ini yang harus dipikirkan pemerintah daerah,” ungkap Boby.

Selain itu pihaknya juga berharap agar harga tabung tersebut di kontrol oleh pemerintah sehingga  pangkalan atau pengecer tidak sembarang menaikan harga tabung khususnya elpiji 3 Kg.  (Frd/Shm)


comments