Ini Alasan Pemkab Mamuju Tetap Jadwalkan Upacara Hari Lahir Pancasila

On Jumat, Mei 31, 2019

MASALEMBO.COM

Habsi Wahid (ist)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni tahun ini bertepatan dengan hari libur jajaran pemerintah. Selain itu, 1 Juni 2019 kali ini “terjepit” di tengah jadwal libur jelang hari raya Idul Fitri 1440 hijriah. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi niat Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju untuk menggelar upacara.

Bupati Mamuju H Habsi Wahid membenarkan adanya jadwal upacara dimaksud. Rencananya akan dilaksanakan di halaman kantor Bupati. 

Dijelaskan Habsi, upacara akan tetap dilakukan merujuk pada surat Menteri Dalam Negeri nomor: 019.1/ 4110/SI.

“Dalam surat tersebut, gubernur dan bupati diminta untuk melaksanakan upacara serta melaksanakan kegiatan yang mendukung pemahaman nilai-nilai Pancasila. Hal itu juga dipertegas dalam surat keputusan tiga menteri sehingga semua ASN wajib melaksanakan hal ini,” kata Habsi, Rabu (29/5/2019).

Undangan pelaksanaannya lanjut Habsi, telah diandatangani. "Kita akan laksanakan upacara pada di kantor bupati,” tandasnya.

‌Ia juga berpesan agar ASN dapat mengindahkan agenda tersebut meski dirinya sangat memahami waktu pelaksanaannya bertepatan hari libur yang dapat saja mempengaruhi animo PNS berkurang. Namun ia yakin jajarannya akan tetap komitmen melaksanakan upacara hari lahir Pancasila dengan penuh antusias. "Ini sebagai bentuk integritas pada bangsa dan negara," ucapnya.

“Pelaksanaanyakan hanya beberapa menit, setelah itu bisa juga kita manfaatkan untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan sebelum lebaran," ucap mantan Sekda Mamuju ini.

Kata dia, hari raya nanti mungkin ada yang sudah pulang kampung sehingga tidak sempat bersilaturahmu. "Jadi saya rasa tidak ada masalah,” tutupnya. 

Baca juga: Bupati Wabsi Segera Bayarkan THR ASN Sebelum Libur

Untuk diketahui, hari lahir Pancasila telah resmi ditetapkan sebagai hari hari libur nasional sejak 2017 lalu. Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: "Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan") pada tanggal 1 Juni1945. 

Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal "Pancasila" pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan "Lahirnya Pancasila" oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK. (awl/har)

comments