Kementerian Pertanian Gelar Operasi Pasar Bawang Putih Murah

On Jumat, Mei 24, 2019

MASALEMBO.COM


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar operasi pasar bawang putih murah yang dijual dengan harga yang sangat murah yakni Rp. 25 ribu per kilogram. Sebanyak Empat ton bawang putih dikirim oleh Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Polewali Mandar.

Operasi pasar ini digelar di pasar Sentral Pekkabata, kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Kamis (23/5/2019). Bawang putih ini dikemas dalam karung, dimana setiap karungny a berisi bawang putih seberat 20 kilogram. Karena harganya yabg sangat murah, operasi pasar murah ini langsung diserbu oleh ratusan warga yang umumnya didominasi oleh emak-emak. 

Salah satu ibu rumah tangga, Wiwin mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut, mengingat harga sembako dipasar saat ini melonjak tinggi, sehingga ia tidak perlu lagi membeli saat mendekati hari raya idul Fitri nantinya.

"Alhamdulillah pak, sangat membantu. Disini harganya sangat murah dari harga dipasar, makanya saya langsung membeli dua kilogram untuk digunakan sebagai bumbu dapur,"katanya saat mengantri.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Ibrahim mengatakan, unuk Kabupaten Polman, baru digelar dipasar sentral pekkabata pada hari ini, lalu akan digelar di pasar eilayah kecamatan lainnya.

"Insha allah, hari Senin kami gelar di pasar Wonomulyo, dan menyusul pasar lainnya,"sambungnya.

Ibrahim menambahkan, operasi pasar ini sebagai upaya untuk menekan harga yang sangat tinggi. Olehnya itu, pihak Kementerian Pertanian mengirim bawang putih untuk Polman sebanyak 4 ton. 

"Ini memang harapan pak Bupati agar masyarakat bisa mendapatkan bawang putih merah dengan harga yabg murah,"katanya.

Ibrahim menjelaskan, harga yang dijualkan lebih murah dua kali lipat dari harga dipasar yang mencapai Rp. 50ribu per kilogram. 

"Operasi pasar ini baru digelar hari ini dan nanti aka terus digilir. hari Senin baru digelar lagi dipasar Wonomulyo. Kalau stok ini habis, kami akan diberi lagi 4 ton,"tandasnya.

Kepala Bidang Holtikultura Polman Muhammad Nasir mengatakan dengan adanya program ini, masyarakat sangat terbantu, mengingat harga di pasaran Rp. 50 ribu rupiah per kilogram bahkan mencapai 60 ribu per kilogram.

"Selama ini kan pasokan bawang putih hanya didatangkan dari Kabupaten Enrekang dan Jawa,"akunya.

Nasir menjelaskan, penyebab harga bawang putih melonjak dan mahal di Polman, karena tidak ada lahan pertanian bawang putih yang dikembangkan dan dibudidayakan.

"Budidaya bawang putih sulit tumbuh karena tidak semua lokasi dan struktur tanah yang cocok untuk ditanami bawang putih. Nah ini yang menyebabkan langka , sehingga harganya mahal,"tambahnya.

Saat ini menurut Nasir, pihaknya sedang mencoba program untuk mengembangkan budidaya bawang putih. Ia berharap, program tersebut mendapat bantuan dari pihak Kementan untuk mengembangkan budidaya bawang putih di Polman. 

"Kami sementara masih melakukan penelitian lokasi untuk penanaman karena ini harus daerah ketinggian yang cocok," pungkasnya. (ant/red)

comments