KM Sabuk Nusantara Batal Bersandar di Pelabuhan Silopo, Ini Sebabnya

On Rabu, Mei 29, 2019

MASALEMBO.COM

KM Sabuk Nusantara 93 saat bersandar di pelabuhan Silopo (dok: masalembo.com/Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 93 dipastikan batal bersandar di pelabuhan Tanjung Silopo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. 

Kepala Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pelabuhan Tanjung Silopo, Edy yang dihubungi, Selasa (28/5/2019) mengungkapkan, alasan batalnya kapal tersebut karena masih ada beberapa dokumen pelayaran yang belum dilengkapi pihak kapal.

Kapal KM Sabuk Nusantara awalnya dijadwalkan akan bersandar di pelabuhan Silopo pada tanggal 25 Mei lalu, namun ditunda karena sedang di dok di galangan kapal di Makassar. Lalu kembali ditunda hingga tanggal 29 Mei.

Sebelumnya pihak PT Pelni Cabang Batulicin Kotabaru Kalimantan Selatan telah menerbitkan surat pengumuman, terkait batalnya KM Sabuk Nusantara bersandar.

Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa berdasarkan emploi atau jadwal yang telah yang telah diterbitkan, KM Sabuk Nusantara 93 batal bersandar karena masih sementara di dok di Makassar. Selama belum beroperasi, tidak ada kapal pengganti yang akan berlayar ke Majene dan Silopo.

Kepala Dinas Perhubungan Polman Aksan Amrullah juga sangat menyayangkan batalnya kapal tersebut bersandar, sebab sebelumnya telah dijadwalkan bersandar. Meski demikian, ia memprediksi, penumpang arus mudik akan melalui pelabuhan Parepare dan Mamuju.

"Kabar terakhir yang saya dengar kapalnya masih di dok di Makassar," katanya.

Sebelumya, pihak pelabuhan Tanjung Silopo, Polman mengatakan, jelang puncak arus mudik lebaran 2019, pelabuhan Tanjung Silopo yang terletak di Desa Silopo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar akan melayani dua kapal motor. Kedua kapal tersebut yakni KM Sabuk Nusantara 93 dan satu buah kapal kontainer yang akan bersandar di pelabuhan pada tanggal 25 Mei

Kepala Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pelabuhan Tanjung Silopo, Edy mengatakan, KM Sabuk Nusantara 93 memang diperuntukkan untuk memuat penumpang, sementara kapal kontainer dari pelabuhan Makassar hanya membawa barang. Namun, ia tidak tahu apakah kapal kontainer tersebut membawa penumpang orang atau tidak. 

"Tujuan KM Sabuk Nusanatara ke Kotabaru Kalsel, kalau kapal kontainer tujuan ke Nunukan. Kalau tidak ada perubahan tanggal 25 Mei sandar di Silopo," jelasnya.

Edy mengatakan, sebelumnya, KM Sabuk Nusantara yang kerap bersandar di pelabuhan Silopo sudah lepas kontrak dari Departemen Perhubungan sehingga sempat tidak melayani rute pelayaran ke pelabuhan Silopo, namun sekarang kembali di perpanjang lagi kontraknya.

Rute perjalanan KM Sabuk Nusantatara tetap sama dari rute sebelumnya, yakni dari Batulicin Kotabaru Kalimantan Selatan menuju ke pelabuahn Palipi Majene, lalu ke pelabuhan Tanjung Silopo dan berlayar menuju tujuan Batulicin Kotabaru Kalimantan Selatan. 

"Bongkar muatan di Majene pukul tujuh pagi, lalu berangkat ke Silopo dan tiba pukul dua siang hari. Setibanya di Kotabaru, nanti kapalnya akan ke pulau-pulau Kalimantan lainnya," ujarnya.

Untuk pembelian tiket, penumpang dapat membeli secara secara online atau dapat membeli di loket di atas kapal. Harga tiket masih sama dengan sebelum, yakni Rp25 ribu. Tiket ini murah karena disubsidi oleh pemerintah. "Harga ini sudah termasuk asuransi jiwa," katanya.

Edy menjelaskan, sesuai data maniest, para penumpang umumya rata-rata warga dari Kalimantan yang merantau di Sulawesi dan ingin mudik pulang berlebaran ke kampung halaman masing-masing.

Pelabuhan Tanjung Silopo beroperasi dan diresmikan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar pada awal 2018 lalu. Meski baru beroperasi, namun setiap minggu, pelabuahan melayani pelayaran ke Kotabaru, Kalsel.  Sejumlah aktivitas bongkar muat di pelabuahan ini telah berlangsung, seperti bongkar muat pupuk urea dari Kalimantan dan lainnya. (ant/har)

comments