"Menteri Pertanian, Pak Amran, Tidak Usah Datangkan Beras Impor ke Polman"

On Minggu, Mei 19, 2019

MASALEMBO.COM

Andi Ibrahim Masdar (Ist)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengaskan menolak beras impor masuk ke wilayahnya. Hal itu dia ungkap saat memantau harga pasar awal Ramadhan lalu.

Andi Ibrahim memiliki alasan tersendiri sehingga menolak impor beras, yakni Polman merupakan lumbung beras di Sulbar. Bahkan, Polman kata Andi Ibrahim mengalami surplus pangan setiap tahunnya. 

Dengan banyaknya beras impor yang masuk ke Polman, membuat harga beras lokal anjlok. Bupati juga mengaku heran dan belum mengetahui darimana beras impor bisa masuk, apakah dari negara Vietnam atau Thailand. 

"Kasihan petani kita kalau seperti ini, sampai pemilik sawah tidak mampu membayar uang pupuk, upah pekerja dan biaya operasional lainnnya," keluhnya.

Andi Ibrahim berpesan pemerintah melalui Kementerian Pertanian agar kedepannya mengatur beras impor masuk ke Polman. "Kepada Menteri Pertanian, pak Amran, tolong tidak usah datangkan beras impor ke Polman, stok beras saya banyak," tegasnya.

Ibrahim berharap, kedepannya, pemerintah selektif memasukkan beras impor dari luar negeri. Untuk Sulsel dan Sulbar tidak perlu karena kedua provinsi ini merupakan lumbung beras. 

Andi menilai, hal tersebut justru menjadi kesempatan dari para tengkulak beras untuk berspekulasi merebut pasaran. "Misalnya hari ini hari pasar, dia kasi turun harganya. Pasti kalah beras lokal kita bersaing meskipun beras kita sudah dijual semurah mungkin. Kalau seperti ini, kan masyarakat kita yang jadi korban," ungkapnya. 

AIM sapaan Andi Ibrahim menjamin, stok beras di Polman akan aman hingga beberapa bulan kedepan. Sebab, setiap tahun Polman surplus beras hingga 80.000 ton bahkan beberapa tahun terkahir Bulog Polman terus mengirim beras ke beberapa propvinsi di luar Sulawesi seperti ke DKI, Kalimantan, Sumatra, Papua, Banten dan provinsi lainnya.

AIM mengatakan, di Polman panen terus berkelanjutan karena tidak ada sistem panen raya. Katena bagi warga, tidak ada putusnya masa panen dan turun ke sawah. "Ini karena ada yang menanam dan ada yang panen lagi," ujarnya.

Kepala Bulog Sub Drive Polman, Hastuti Handayani yang dihubungi terpisah mengatakan, stok beras di Bulog Polman aman hingga 18 bulan kedepan. Bahkan stok beras tersebut justru telah di kirim ke beberapa provinsi lain.

"Saat ini stok beras yang ada di gudang kami sebanyak 10.704 ton, dan ini masih petani kembali sudah ada turun sawah dan ada juga yang padinya sudah tumbuh," kata Hastuti, Minggu (19/5/2019). (ant/har)

comments