Sabut Kelapa Majene Didorong Masuk Industri Jok Mobil

On Sabtu, Mei 18, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati Majene, Kdis PMD dan Afiat Mulwan bertemu Sekjend Kemendes PDT di Jakarta, Jumat 17 Mei 2019 (Foto: Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, mendorong pemanfaatan sabut kelapa menjadi bahan jok atau tempat duduk berlapis. Harapannya, sabut kelapa dari Majene dapat masuk ke industri jok termasuk untuk jok mobil.

Kepala Bidang Pemerintahan, Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Makro Bappeda Majene, Muh Afiat Mulwan mengatakan, ide mendorong sabut kelapa ke industri jok, karena di pasaran internasional saat ini serat dari sabut kelapa dinilai paling berkualitas untuk bahan pembuatan jok.

"Ini yang kemarin kami sampaikan ke Kementerian Desa-PDT, kita usulkan melalui Local Economic Developement (LED) atau pembangunan ekonomi lokal," kata Afian, Sabtu (18/5/2019).

Afiat mengatakan, dirinya turut mendampingi bupati Fahmi Massiara bertemu Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Jakarta, Jumat (17/5) kemarin.

Dikatakan, bupati didampingi Kadis PMD telah melakukan audience dengan Sekjend Kemendes-PDT, Anwar Sanusi. Di kesempatan tersebut, Majene diusul menjadi salah satu pilot project program Kemendes-PDT dengan konsep yang ditawarkan yakni pengembangan industri jok berbahan serat sabut kelapa.

Kata Afiat, salah satu potensi yang belum termanfaatkan di Majene adalah sabut kelapa. Selama ini hanya diolah kelapanya untuk minyak Mandar sementara sabutnya cenderung masih jadi limbah. "Padahal limbah berupa sabut ini yang ternyata di pasar internasional untuk bahan jok sangat berkualitas," ucap Afiat.

Usulan Pemkab Majene ini lantas direspon positif pihak Kemendes PDT dan Transmigrasi. Jika berhasil, rencananya program ini akan mendapat intervensi dana APBN hingga Rp2 miliar.

"Alhamdulillah kita ketemu langsung dengan pak Sekjend, Pak Sekjend mengaprersiasi positif perencanaan yang disusun oleh Pemkab Majene karena betul-betul ada nilai inovasi di dalamnya," katanya.

Dikatakan, pilot project yang ditawarkan punya pasar luas dan nilai ekonomi tinggi. Selain itu sangat relevan dengan visi Kemndes PDT yakni menciptakan desa-desa mandiri. "Jadi nanti akan dibawa ke rapat teknis bersama dirjen untuk dibicarakan lebih lanjut," imbuh Alfiat.

Sesuai perencanaan dari Pemkab Majene, Desa Balombong, Kecamatan Pamboang direncakan untuk lokasi pengolahan sabut kelapa untuk industri jok. (har/red)

comments