Warga Pasangkayu Keluhkan Harga Tabung Melon Tembus Rp55 Ribu

On Kamis, Mei 09, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi tabung gas melon 3 kg (Inet)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Seorang warga Kabupaten Pasangkayu masih mengeluhkan tingginya harga tabung gas ukuran 3 kg di daerahnya.

Warga bernama M Riad, memposting info kelangkaan tabung gas via akun fecebook. Ia mengatakan tabung melon yang dijual pengencer di Sarudu Kabupaten Pasangkayu seharga Rp55 ribu per satu tabung.

Di halaman facebooknya Riad menulis.

Buat :
1. Pak Camat Sarudu
2. Kepala Desa Sarudu
3. Kapolsek Sarudu

Info:
Harga tabung 3 kg hari ini Rp55.000,-
Semoga ada perhatian selaku pemerintah di wilayah Sarudu.



Dia akhir tulisannya ia juga menulis nama dan mencantumkan nomor telepon genggamnya.

Saat awak masalembo.com mengkonfirmasi melalui sambungan telepon Rabu (8/5/2019) malam, M Riad mengatakan kelangkaan tabung 3 kg sudah terjadi beberapa hari. Ia menyesalkan pengecer menaikkan harga jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET).

M Riad mengaku, usai memposting status di facebook, tiga orang petugas kepolisian dari Polsek Sarudu berpakaian lengkap mendatangi kediamannya. Mereka menanyakan ihwal postingannya.

"Saya ditanya, jadi saya tunjukan pengecer yang masih menjual tabung 3 kg dengan harga Rp 55 ribu per tabung," kata Riad.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasangkayu, Hairun Basyid saat dikonfirmasi mengatakan, sudah ada tim yang ia turunkan meninjau sejumlah wilayah di Pasangkayu terkait keluhan warga akan tingginya harga tabung melon. Salah satunya Kecamatan Sarudu.

Kabid Hairun juga mengaku, akan memberikan sanksi tegas bagi pangkalan yang masih melayani pengecer yang menaikkan harga seenaknya. "Sanksi tegas sampai pencabutan izin," katanya.

Hairun Basyid mengaku heran jika di sejumlah daerah di Pasangkayu masih terjadi kelangkaan gas 3 kg. Alasannya sudah ada penambahan pasokan tabung gas, 10 persen dari pihak Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.

"Saya juga heran padahal tiap dua hari ada pasokan tabung dari SPBE dari Belangbelang ke sejumlah wilayah Pasangkayu," katanya

Basyid meminta para Kepala Desa agar mengawasi penyaluran gas 3 kg di wilayah mereka. Pak desa, kata dia, diharap juga turun langsung mengawasi manakala masyarakat luar yang bukan warganya datang membeli tabung di pangkalan.

"Jika masih warganya sendiri belum terpenuhi, jangan kasih masyarkat luar," ucap Hairun. (awl/har)

comments