Aksi Mahasiswa untuk Solidaritas Pedangang Mamasa Nyaris Bentrok

On Selasa, Juni 11, 2019

MASALEMBO.COM

Massa aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP Mamasa (Frendy Cristian/Masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Aksi demonstrasi solidaritas terhadap pedagang yang dilakukan puluhan mahasiswa nyaris bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja di kantor bupati Mamasa, Senin (10/11/2019). Sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga di depan kantor bupati berusaha menghalangi mahasiswa hingga adu mulut dan aksi saling dorong tak terhindarkan.

Massa aksi ini mengataskan Aliansi Masyarakat dan Mahasiwa Mamasa. Mereka muntut agar pemerintah daerah tidak lagi melakukan penggusuran terhadap pedagang sayur-mayur di pasar lama Mamasa. Mereka juga menyuarakan lahirnya pertaturan daerah (perda) untuk perlindungan pedagang tradisional di Mamasa.

Awalnya mereka melakukan aksi di persimpangan jalan pasar lama. Massa aksk menutup akses jalan di tempat itu sehingga salah satu alat berat loader yang hendak lewat menjadi terambat.

Kehadiran loader ditempat itu justru memanaskan suasana, massa mengira alat berat dibawa kesana untuk melakukan penggusuran, tetapi alat berat tersebut hanya melintas. Mereka lalu menghentikan alat berat itu dan memintanya pulang.

Baca juga: Penggusuran Pedagang Sayur di Mamasa Disorot Sejumlah Pihak

Pedagang Sayur di Mamasa Kembali Bersitegang dengan Petugas Satpol PP

Tak Ditemui DPRD, Unjuk Rasa Pedagang Mamasa Mamaksa Masuk Ruang Sidang

Ketegangan juga muncul saat mahasiswa, tak terima hanya ditemui oleh wakil bupati dan sekda. Mereka mendesak bupati Mamasa menemui mereka. Mereka kemudian mendatangi ruang kerja bupati dan memaksa menemui pendemo.

Arnol, salah satu peserta aksi mengatakan, aksi ini adalah solidaritas untuk pedagang sayur-mayur di pasar lama Mamasa yang digusur pemerintah daerah beberapa waktu lalu tanpa memberi solusi. Ia mengaku dalam aksinya sempat terjadi adu mulut dan saling dorong karena dihalang-halangi pihak kepolisian dan Satpol PP untuk menyampaikan aspirasi yang mereka perjuangkan 

“Kami selalu dihalang-halangi oleh pihak kemanan namun itu tidak menyurutkan semangat kami, aksi kami adalah aksi damai dan kami harus bertemu dengan bupati untuk berdialog,” katanya.

Baca juga: VIDEO: Emak-emak Pedagang Sayur di Mamasa Teriak-teriak di Kantor Bupati

Aksi baru mereda saat bupati Mamasa Ramlan Badawi menemui peserta unjuk rasa untuk berdialong bersama terkait persoalan pedagang pasar lama Mamasa yang digusur beberapa waktu lalu. 

Dalam pertemuan dengan bupati semua aspirasi pendemo diterima oleh Pemda dan berjanji akan mendorong perda ke DPRD untuk pedagang tradisional di Mamasa. 

Usai bertemu bupati puluhan  mahasiswa ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. (frd/har)

comments