Kasus PSU TPS Saluleang Mamasa Terus Bergulir di Sentra Gakkumdu

On Kamis, Juni 13, 2019

MASALEMBO.COM

Tim Setra Gakkumdu Mamasa lakukan penyelidikan (Frendy Cristian/Masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Selasa kemarin, Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) meminta KPU Mamasa membuka kembali kotak suara di  TPS 1 dan 2 Desa Saluleang, Kecamatan Tabulahan, Mamasa. Hal itu guna penyidikan tindak pidana Pemilu pada pemungutan suara 17 April lalu.

Tim peyidik sentra Gakkmudu IPDA Rones Ma’dika yang juga menjabat KBO Reskrim Polres Mamasa mengatakan, dugaan pelanggaran p
Pemilu diduga dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan sejumlah saksi partai di TPS 1 Saluleang.

"Diduga KPPS dan saksi melakukan pencoblosan dua kali, dengan menggunakan C6 orang lain," ungkapnya, Selasa (11/6/2019) kemarin.

Pada pemungutan suara 17 April  lalu, kata Rones, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 1 Saluleang 141 wajib pilih. Dari jumlah itu dinyatakan 100 persen wajib pilih menggunakan hak pilihnya sehingga pihak penyidik membutuhkan C6 dan C7 dari dua TPS yang dimaksud. 

Baca juga: Bukti Selisih Dinilai Signifikan, DPP Golkar Restui Hasbina ke MK

Bawaslu: Dugaan "Money Politics" Mantan Ketua DPRD Polman Dibahas Sentra Gakkumdu

Setelah dibuka, pihak penyidik hanya menemukan C6 atau surat pemberitahuan memilih dan C7 atau daftar hadir pemilih di TPS 1. Sementara untuk TPS 2 penyidik hanya menemukan C6 dan tidak menemukan C7.

"Sengaja kita membuka kotak suara di 2 TPS karena untuk meneliti apakah betul ada dua nama yang pindah memilih di TPS 2 yang hak pilihnya diwakili di TPS 1," kata Drones.

Jika hasil penyidikan membuktikan terduga melakukan pelanggaran pidana Pemilu, lanjut Drones, akan ditindak sesuai Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu pasal 516 dan pasal 533. (frd/har)

comments