Pembunuhan Sadis Guru SMK di Polman, Korban Kerap Curhat Masalah Rumah Tangga

On Rabu, Juni 12, 2019

MASALEMBO.COM

Ilustrasi (Inet/Kompas.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Suasana duka menyelimuti rumah korban di Dusun Sila-Sila, Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (12/6/2019) pagi. Sejumlah pelayat dan handaitaulan berdatangan memberikan ucapan belasungkawa tak kuasa menahan tangis. Rencananya, jenazah korban pembunuhan sadis ini akan dimakamkan di TPU desa setempat usai shalat dzuhur.

Baca juga: Sadis, Guru SMK di Polman Tewas di Tangan Suaminya

Salah satu rekan korban pembunuhan guru SMK Campalagian oleh suami sendiri itu, Yuyun, menceritakan, almarhumah adalah teman yang baik. Korban merupakan guru otomotif sejak 2010 dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Kemarin kami masih bertemu di sekolah dan bercanda, cubit-cubit dengan dia (korban)," kata Yuyun, rekan korban yang juga guru SMK Campalagian.

Yuyun betapa tak menyangka rekannya bernama Wati itu pergi untuk selamanya, terlebih dengan cara mengenaskan dibunuh suaminya sendiri. Ia (Yuyun) mengisahkan, kerap korban memang biasa mencurahkan isi hati mengenai rumah tangganya. Korban kerap curhat ihwal suami yang temperamental.

"Kesannya dia (korban) terlalu ditekan. Jarang dikasih pegang HP, kalau kita telpon selalu suaminya yang angkat," ucap Yuyun. 

Bagi Yuyun, korban merupakan rekan guru yang baik dan penyabar. Antar sesama guru dan siswanya di sekolah tak ada masalah dengan mendiang Wati. "Kadang biar sementara mengajar datang juga nacari suaminya, ditunggui," tutur Yuyun.

Sepengetahuan Yuyun, pelaku juga pernah menembak iparnya sendiri menggunakan pistol jenis softgun yang dibeli secara online. Saat itu saudara Wati atau ipar pelaku mengalami luka tembak. Namun pelaku Nurdin kala itu terbebas dari jerat hukum lantaran permintaan istrinya yang menginginkan suaminya bebas.

Kini Wati (istri Nurdin) telah tiada, almarhumah meninggalkan seorang anak dari hasil pernikahan pertamanya. Sementara korban dan pelaku belum memiliki anak sebab diketahui baru menikah sekitar enam bulan lalu.

Pelaku pembunuhan istrinya sendiri itu, kini dalam tahanan pihak berwajib. Ia sempat melarikan diri ke arah Mamuju menggunakan sepeda motor usai menghabisi nyawa istrinya. Pelaku lalu menyerahkan diri ke Polsek Tappalang, Kabupaten Mamuju.

"Anggota sudah menjemput pelaku di Mamuju, sementara dalam perjalanan," kata Kapolsek Campalagian, Iptu Mustakim Rabu (12/6/2019).

Mengenai pasal dan ancaman hukumannya, Mustakim belum bisa menyampaikan karena kasus ini masih dalam pemeriksaan polisi. (ant/har)

comments