Cerita Nelayan Polman Temukan Dua WNA Asal Selandia Baru

On Sabtu, Juli 13, 2019

MASALEMBO.COM

Dua WNA asal Selandia Baru di rumah warga Polewali Mandar (Asrianto/Masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Sejumlah warga di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar digegerkan penemuan dua orang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru, Jumat (12/7/2019). Keduanya terdampar di pantai Dusun Teteh, Desa Paku, Kecamatan Binuang.

Kedua WNA tersebut bernama Wilson Sam, kelahiran Gisborne, 28 Juni 1988 dan Daniel Wilson, kelahiran Levin, 11 April 1986. Keduanya merupakan warga negara Selandia Baru dan diketahui keduanya bersaudara.

Menurut nelayan sekitar, Puasa, mengatakan, saat ia sedang mencari ikan di perairan pantai Paku, dia melihat dua orang tersebut. Ia sempat kaget karena model perahunya berbeda dengan jenis perahu nelayan setempat. Kedua WNA tersebut lalu melambaikan tangannya. Puasa membalasnya, namun karena penasaran Puasa lalu mendekati perahu WNA tersebut. 

Jenis perahu yang digunakan oleh WNA tersebut sama dengan jenis perahu yang digunakan nelayan lokal pada umumnya. Meruapakan perahu bercadik (katinting) lengkap dengan mesin dan pelampungnya, hanya beda pada modelnya.

Karena terkendala bahasa, Puasa lalu menggunakan bahasa isyarat saat berkomunikasi dengan WNA tersebut. Ia lalu mengajak kedua WNA tersebut kerumahnya.

"Saya suruh mandi dulu pak, karena badannya penuh air asin. Saya sudah siapkan makanan tapi tidak mau makan. Mungkin karena tidak terbiasa dengan makanan kita. Hanya kopi saja dia minum," katanya.

Kehadiran kedua bule ini pun menjadi tontonan warga sekitar yang berkerumunan melihatnya. Bahkan beberapa diantaranya mengajak untuk berfoto bersama.

Pihak imigrasi Polewali Mandar bersama aparat kepolisian dari Pol air, Polsek, pemerintah desa setempat yang tiba dilokasi lalu memeriksa dokumen dari WNA tersebut. 

Arief Febriansyah Sugiyono Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar mengatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat dan aparat kepolisian setempat, pihaknya lalu menuju lokasi. Hasil pemeriksaan, dokumen berupa izin tinggal maupun dokumen perjalanan kedua WNA tersebut masih sah dan berlaku.

"Kami juga sudah koordinasi dengan aparat keamanan terkait keamanannya dan kondisinya masih aman.Tadi kami juga sudah cek tiket perjalanannya sudah ada diboking nanti tanggal 21 Juli keduanya kembali," ungkapnya.

Dari hasil keterangan kedua WNA tersebut, mereka mau ke pulau Pasir Putih dan berwisata di Polman. Setelah ke Pasir Putih, lalu mengunjungi Tanah Toraja, lalu kembali ke Makassar, Bali dan kembali ke negara asalnya.

"Kami hanya ingin menikmati pemandangan pasir putih Polman dan lautnya," kata WNA tersebut dalam bahasa Inggris yang ditranslate oleh petugas imigrasi.

Kedua WNA itu mengaku dari pantai Galesong, Kabupaten Takalar, Sulsel, menuju Polman dengan menyisir daerah pesisir daratan pulau Sulawesi menggunakan perahu Katinting. Karena cuca buruk, keduanya lalu menepi untuk menyelamatkan diri. 

Mereka tertarik untuk merasakan pesona pasir putih dan ombak perairan teluk Mandar karena lebih hangat dibanding di negaranya yang lebih dingin dan cuaca sedang musim salju.

Sudah hampir dua minggu keduanya  di Makassar, lalu mereka sudah berlayar, namun hanya singgah di beberapa tempat wisata di sepanjang perairan yang dilaluinya. 

"Karena perahunya kecil mereka tidak berani terlalu jauh berlayar keluar, jadi hanya menyisir wilayah pesisir saja," kata Arief Febriansyah Sugiyono Kasi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar.

Pihak Imigrasi melihat tidak ada dugaan ilegal fishing karena melihat dari perahu dan perlengkapan keduanya hanya membawa alat seadanya untuk bekal mereka sehari-hari untuk bertahan hidup dan bukan untuk mencari ikan. 

Sementara itu, Kanit  Sat Intelkam Polres Polman Aipda Mokhtar mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan pada perahu WNA tersebut, petugas tidak menemukan barang-barang batau benda yang mencurigakan atau membahayakan. "Hanya barang-barang keperluan untuk di atas perahu saja, seperti pelampung, baju renang, tas, pakaian ganti, snack dan barang lainnya," katanya.

Meski tidak membahayakan, namun pihak kepolisian akan tetap memantau pergerakan mereka. Saat ini kedua WNA tersebu masih berada di rumah salah satu warga setempat untuk beristirahat. Rencananya, jika cuaca telah normal kembali, mereka akan melanjutkan perjalanan wisatanya ke pulau Pasir Putih. (ant/har)

comments