Menakar Peluang 'Pangeran Matakali' di Pilkada Mamuju

On Senin, Juli 08, 2019

MASALEMBO.COM

Andi Ian Rusali Masdar (Facebook/Ian Rusali Masdar)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Mamuju diprediksi bakal berlangsung seru. Sejumlah tokoh mulai disebut-sebut akan bertarung. Sederet nama sebut saja bakal calon petahana Habsi Wahid, Irwan Satya Putra Pababari, Suraidah dan Sutinah Suhardi, Rahmat Sanusi, Hamzah Hapati Hasan hingga Munandar Wijaya digadang-gadang bakal maju sebagai kandidat pesta demokrasi di ibu kota provinsi Sulbar itu. Mereka adalah tokoh-tokoh publik baik dari background politisi maupun birokrat.

Nah, ada yang tak kalah menarik dari sejumlah nama di atas, adalah munculnya putra gubernur Sulawesi Barat Andi Ian Rusali Masdar di bursa calon. Ian ikut disebut bakal bertarung di bumi Manakarra. Tak ayal, "Pangeran Matakali' ini telah menaikkan baliho di sejumlah tempat di kota Mamuju.

Munculnya Ian bagi Direktur Logos Maenunis Amin sebenarnya bukanlah hal mengejutkan. Hal lumrah bagi Maenunis ketika Ian bersiap-siap menuju pentas politik di Mamuju. Namun, setidaknya anak kandung Ketua DPD Gerindra Sulbar Andi Ruskati Ali Baal ini akan menghadapi tantangan berarti.

"Dia (Ian) perlu bekerja ekstra keras jika ingin maju sebagai calon bupati. Tapi kalau untuk posisi wakil, akan menjadi figur yang dipertimbangkan," kata Maenunis belum lama ini.

"Selain Irwan Pababari, Ian Masdar sangat mungkin untuk masuk salah satu bursa 02 dari Habsi Wahid. Gerindra dan Nasdem tidak akan sulit membangun komunikasi," sambung Maenunis.

Inu sapaan Maenunis menyebut, kans Ian mendapat kedaraan politik di Mamuju bukan hal sulit. Itu merupakan peluang untuk ketua gerakan Tunas Muda Indonesia Raya (Tidar) Sulbar ini. Sebagai punggawa organisasi sayap partai Gerindra (Tidar), Ian Masdar tentu punya peluang terbuka diusung partai berlambang kepala burung garuda itu. Namun, tantangan mantan anggota DPRD Polman ini tentu besar. Ia akan menghadapi kekuatan klan SDK yang mengakar di Mamuju.

Sementara itu, Direktur Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwaidi Idris menilai, instrumen ketokohan akan menjadi PR besar bagi Ian untuk maju. Sebagai orang muda kata Suwaidi, Ian Masdar harus mampu meyakinkan rakyat Mamuju bahwa ia laik menjadi pemimpin. "Tentu itu yang perlu jadi ukuran bagi Ian, di usianya yang masih sangat muda apakah mampu menyakinkan sebagai tokoh pemimpin," ucap Suwaidi, Minggu (7/7/2019).

Kendati demikian, Suwaidi mengatakan ada dua potensi besar yang bisa dijadikan kekuatan bagi Ian untuk maju. Pertama posisi ayahnya sebagai gubernur Sulbar yang tentu memiliki power politik di tataran elit, kedua warga Polman atau masyarakat berdarah Mandar di Mamuju yang diprediksi jadi simpul massa pendukung Ian.

"Bagaimna pun banyak warga Polman di Mamuju, persoalannya apakah Ian mampu menyakinkan sebagai pemimpin," ucap Suwaidi.

Baca juga: Gerindra Kirim Sinyal Irfan Kembali Bertarung di Pilkada Majene

Pilkada Serentak 2020, Siapa Lawan Fahmi di Majene?

Ihwal masuknya Ian di bursa Pilkada Mamuju, Sekretaris DPD Gerindra Sulbar Muh Yusuf mengatakan hal itu  baru wacana. Namun mengusung putra ABM sangat mungkin bagi Gerindra. "Iya kan kalau dimungkinkan untuk didorong, tentu," ucap Yusuf kepada awak masalembo.com, Minggu (7/7). 

"Sebenarnya ada banyak (kader), cuma teman-teman berusaha mencoba (Ian) meskipun mungkin tidak langsung ke posisi 01," lanjut Yusuf.

Menurut Yusuf, Gerindra belum final mengusung Ian Masdar. Partai oposisi pemerintahan Jokowi ini baru akan membentuk desk Pilkada untuk konsen menjalin komunikasi soal Pilkada di empat kabupaten di Sulbar. (har/red).

comments