Staf Presiden Tinjau Sapi Kurban Jokowi di Wonomulyo

On Sabtu, Juli 20, 2019

MASALEMBO.COM

Staf Presiden saat meninjau lokasi sapi kurban Jokowi di Kecamatan Wonomulyo, Polman (Asrianto/Masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Untuk ketiga kalinya, Presiden RI Joko Widodo kembali membeli sapi kurban di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tahun ini, Jokowi membeli sapi milik Abdul Rahim (61), warga Lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Sapi ini berbobot 1 ton 45 kilogram, dibeli dengan harga Rp85 juta.

Staf Ahli Presiden dan Dokter Hewan dari Dirjen Kementerian Pertanian RI meninjau langsung kondisi sapi kurban tersebut, Rabu (17/7/2019) malam. Mereka tiba dari Jakarta melalui bandara Tampapadang Mamuju lalu menempuh perjalanan darat menuju Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Tiba di kediaman Abdul Rahim, pemilik sapi tersebut, kedua utusan presiden lalu memeriksa kondisi sapi. Dokter hewan mengukur sapi mulai dari tinggi badan, lingkar dada, panjang badan, dan berat badan.

Setelah mengecek kondisi sapi, keduanya lalu berbincang-bincang dengan pemilik sapi. Awalnya pemilik sapi menawarkan harga Rp90 juta, namun ditawar dengan harga Rp85 juta. Setelah melakukan negosiasi, kedua pihak pun sepakat dengan harga Rp85 juta dengan sistem pembayaran non tunai atau transfer.

Drh. Sigit Nurtanto Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI mengatakan, kondisi sapi kurban ini sehat. Itu dilihat dari ciri-ciri secara klinis, lincah, nafsu makan bagus, terus juga moncongnya basah dan telah memenuhi standar.
"Sapi ini juga telah diperiksa oleh tim kesehatan hewan Distanak Kabupaten Polman hasilnya penyakit tidak ada dan lulus sertifikat kesehatan hewan," katanya.

Bukan baru kali ini Presiden membeli sapi kurban di Polewali Mandar. Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu, Jokowi juga membeli sapi kurban jenis Simental dengan bobot 1,1 ton dari Saeman, peternak asal Dusun Majalengka, Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar dengan harga Rp60 juta. Sapi ini diberi nama Kliwon disembelih di Masjid Raya Merdeka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Lalu pada tahun 2018 Jokowi juga membeli seekor sapi kurban seharga Rp 67 juta dari seorang peternak lokal bernama Kardiman di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar. Sapi yang diberi nama Bejo ini lalu disembelih di Kabupaten Majene. Dan pada tahun ini Jokowi kembali membeli sapi kurban dengan harga Rp85 juta.

Kepala Bidang Keagamaan Biro Kesra Pemprov Sulbar, Abdul Razak mengatakan, setiap tahun Presiden Jokowi selalu membeli sapi kurban di Polman, tapi tidak dibawa ke Jakarta, melainkan disembelih di Sulbar, lalu dagingnya dibagikan kepada warga miskin yang berhak menerima.

"Ini digilir antar kabupaten supaya adil. Pertama di Polman, tahun lalu di Majene dan tahun ini di Mamuju," katanya saat mendampingi dua orang perwakilan dari Staf Presiden dan Kementerian Pertanian.

Abdul Razak sebelumnya telah diutus oleh Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar ke Istana Negara Jakarta untuk membawa foto serta sampel jenis sapi yang diinginkan presiden.
"Sebelumnya saya kesana membawa contoh lalu berselang tiga hari kemudian, dua orang utusan presiden datang," katanya.

Saat ini, sapi kurban tersebut masih berada di kandang milik Abdul Rahim di Lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Rencananya, sapi tersebut akan diambil dua hari sebelum hari raya Idul Adha dan akan dibawa ke Kabupaten Mamuju untuk disembelih lalu dagingnya dibagikan ke warga Mamuju. (ant/har)

comments