Distanpan Polman Periksa Kesehatan Hewan Kurban, Berikut Himbauan untuk Warga

On Jumat, Agustus 09, 2019

MASALEMBO.COM

Tim medis Distanpan Polman melakukan pemeriksaan hewan kurban (Asrianto/Masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar mulai turun ke lapangan memeriksa hewan kurban baik di pasar hewan maupun yang dikandangkan oleh pedagang hewan, Rabu (8/8/201. Rombongan ini terbagi dalam beberapa titik di setiap kecamatan. 

Di Kecamatan Wonomulyo, rombongan tim kesehatan hewan dipimpin Kepala Bidang Distanpan Kaharuddin bersama dokter Hewan Isnaniah Bagenda dan petugas lainnya.

Titik pertama, petugas kesehatan hewan menyasar tempat peternakan sapi milik Abdul Rahim di lingkungan Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Ditempat ini, petugas memeriksa sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo. Sapi jenis simental berbobot 1,54 ton ini diperiksa mulai dari gigi dan fisik lainnya dan sampel darahnya.

Dokter hewan Isnaniah Bagenda mengatakan, secara klinis sapi ini sangat sehat. Sebelumnya pada tanggal 10 Juli bulan lalu, tim kesehatan hewan juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan sapi tersebut dengan mengambil sampel darah untuk melihat bahwa ternak tersebut bebas dari penyakit. 

Dinas Peternakan telah melakukan pemeriksaan di laboratorium UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) lalu diberi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang menyatakan bahwa ternak tersebut layak untuk dikurbankan. 

"Ini kedua kalinya, bulan lalu juga kami sudah pernah periksa. Lalu pada hari ini kami kembali memeriksa ulang, pemeriksaan fisik dan antemotem untuk melihat bahwa kondisi sapi Presiden Jokowi sehat," jelas Isnaniah.

Peternak Sapi milik Jokowi, Abdul Rahim mengatakan bahwa pemeriksa kesehatan ini sangat baik untuk mengetahui kondisi hewan tersebut sehat atau sakit. "Semua sapi saya rutin diperiksa dan disuntik oleh dokter hewan," katanya.

Selain sapi Presiden Jokowi, hewan kurban milik pedagang lain pun diperiksa seperti di peternakan milik Marzuki di Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo. Di tempat ini, puluhan hewan kurban diperiksa fisiknya. Sapi di sini hanya sapi lokal jenis sapi Bali.

Dokter hewan Isnaniah Bagenda mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan hewan untuk memberi pelayanan pada saat pemotongan di hari raya nanti apakah ternak tersebut layak dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Karena tentunya, di dalam pemilihan hewan kurban ada beberapa syarat diantaranya unsur dan faktor fisik.

"Jadi hari ini kami jalan ke 16 kecamatan yang ada di Polman dan hingga H-3 sebelum hari raya. Pemeriksaan antemortem pada saat penyembelihan," ujarnya.

Isnaniah menjelaskan, untuk ciri-ciri hewan kurban yang layak di kurbankan adalah dari segi umur minimal 2 tahun, kemudian secara syariat Islam adalah jenis kelamin jantan, lalu sehat secara fisik, tidak ada cacat, memiliki alat reproduksi lengkap, moncong basah, dan tanduk tidak patah. 

Tim kesehatan hewan menghimbau agar masyarakat jeli dan membeli hewan kurban di tempat yang telah ditunjuk oleh Dinas Peternakan atau di rumah potong hewan yang telah terpercaya. 

"Kalau mau beli hewan kurban, upayakan ada surat kesehatan hewan seperti ini dari penjualnya," pungkasnya, sambil memperlihatkan surat tersebut. (ant/har)

comments