Ini Para Punggawa Cahaya Mandar, Pemenang Sandeq Race yang Disponsori Bupati Mamuju

On Jumat, Agustus 16, 2019

MASALEMBO.COM

Pemenang Sandeq Race 2019 terima Rp30 juta dari penyelenggara kegiatan (Awal S/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Perahu sandeq bernama Cahaya Mandar yang disponsori bupati Mamuju Habsi Wahid keluar sebagai pemenang pertama Sandeq Race 2019. Cahaya Mandar berhasil masuk finish di urutan pertama, Kamis (15/8/2019) sore di anjungan pantai Manakarra Mamuju.

Lomba balap perahu tradisional suku Mandar ini digelar Pemerintah Provinsi Sulbar. Tujuannya untuk memperkenalkan sandeq sebagai warisan suku Mandar yang diakui dunia, juga sebagai promosi wisata bahari Sulbar.

Lomba balap perahu bercadik tanpa mesin dan hanya mengandalkan layar tersebut mengambil titik start dari pantai Bahari Polewali Rabu (7/8) kemudian finish di pantai Manakarra Kabupaten Mamuju, Jumat (15/8).

Cahaya Mandar yang disponsori Bupati Habsi Wahid finish di pantai Manakarra pada pukul 14.07 Wita. Sementara perahu sandeq Mandala Bintang Timur yang disponsori Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi menempati urutan kedua dan finish di pantai Manakarra pada pukul 14.27 Wita.

Selanjutnya perahu sandeq Merpati Putih yang disponsori Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Idris DP mencapai finish pada pukul 14.28 Wita.

Sandeq Race tahun ini pata juara mendapatkan hadiah. Juara I sebesar Rp30 juta, juara II Rp25 juta dan juara III Rp20 juta beserta tropi.

Wakil Gubernur Sulbar Hj Enny Angraeni Anwar berharap lomba perahu sandeq race yang tiap tahun digelar kedepannya lebih meriah lagi, termasuk lomba Sandeq Race yang rutenya dari Mamuju ke Makassar. "Kita berharap kedepannya lebih meriah lagi apa yang kurang kita benahi dan tingkatkan," harap Enny.

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar Farid Wajdi mengatakan, lomba perahu tradisional Sandeq Race ini sudah menjadi kalender tahunan dan masuk dalam 100 calender top event Kementerian Pariwisata. Tahun ini kata Farid, sebanyak 21 peserta ikut dalam perlombaan.

"Selama perlombaan peserta melalui empat etape, yakni etape I Polewali-Majene, etape II Majene-Banua Sendana, etape III Banua Sendana-Deking dan etape IV Deking-Mamuju yang juga sekaligus titik finish," ucapnya.

Lomba sandeq tahun ini mengusung tema "Lautmu adalah Hidupmu" yang tujuannya mengajak masyarakat untuk menjaga laut dengan cara tidak merusak ekosistem dan membuang sampah ke laut. 

"Kita tahu bahwa laut merupakan sumber mata pencarian, maka perlu kita jaga dan pelihara," harap Farid. (awl/har)

comments