Ketika Bupati Majene Sumringah di atas Bendi

On Jumat, Agustus 16, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati Fahmi Massiara di atas bendi mengenakan baju adat Mandar menuju tempat peringatan HUT Majene ke 474 (Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Bak kisah rombongan Bendoro Putra dalam novel gadis pantai karya Pramoedya Ananta Toer, seperti inilah iring-iringan rombongan bupati Majene yang berpenampilan ala raja-raja menunggangi delman menuju pendopo rumah jabatan, Kamis (15/82019) pagi. 

Tampak jelas bupati Fahmi Massiara sumringah di atas kendaraan tradisional yang orang Mandar mengenalnya bendi itu. Bendi ini adalah alat transportasi tradisional yang nyaris punah. Konon, kendaraan ini satu-satunya yang dulu dipakai para penyebar Islam yang sakti di tanah Mandar. Dan hingga kini, warga masih banyak menaiki bendi jika pergi ke pasar. Pastinya, alat transportasi yang satu ini bebas karbon monoksida karena tidak bermesin alias mengandalkan tarikan kuda.

Iring-iringan bendi itu menuju pendopo rumah jabatan bupati Majene. Di posisi terdepan Fahmi Massiara terlihat mengenakan pakaian adat Mandar di dekat seorang kusir yang mengarahkan laju kuda. Ia diikuti wakil bupati Lukman di belakang dengan kostum juga pakaian adat, lalu Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris DP serta para pejabat lain di daerah ini, diantaranya ketua DPRD Majene Darmansyah. Mereka kompak menuju pendopo rujab bupati untuk mengikuti sidang paripurna istimewa peringatan HUT Majene ke 474.

Kasubag Protokoler Humas Setda Majene Sufyan Ilbas mengatakan, iring-iringan rombongan itu berangkat dari gedung DPRD di Jl. Ammana Pattolawali Kecamatan Baggae Timur. Di sana mereka (para pejabat daerah Majene) berkumpul lalu naik bendi ke pendopo rumah jabatan sekitar 2 kilometer.

Sampai di arena acara, Ketua DPRD Majene Darmansyah dengan jas tutup berwarna kuning dilengkapi songkok biring dengan hiasan emas nyaris sampai ujung mulai membuka sidang. Ratusan orang hadir mengenakan pakaian adat Mandar, baik laki maupun perempuan. 

Bupati Majene Fahmi Massiara di kesempatan ini mengatakan, di tahun ketiga pemerintahan dirinya bersama wakilnya H. Lukman, dia tetap berusaha membangun komitmen MP3-nya kepada rakyat. MP3 seperti yang sering dia jelaskan ialah pemerintahan Majene yang profesional, produktif dan proaktif. Fahmi juga menuturkan berbagai prestasi dan pencapaian kurun waktu tiga tahun memimpin di bumi Assamalewuang.

Salah satu yang diutarakan mantan camat Banggae Timur ini adapah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Majene. Fahmi mengklaim bahwa, atas dasar harga konstan dan harga berlaku setiap tahunnya PDRB Majene terus menunjukkan kenaikan.

Tampak dari kiri wakil bupati Majene Lukman, bupati Fahmi Massiara, Sekprov Sulbar Idris DP, ketua DPRD Darmansyah wakil ketua DPRD Hajar Nuhung dan Hasbina Arief Saleh. (Humas Setda Majene)

"PDRB harga berlaku Kabupaten Majene tahun 2017 sebesar Rp4,1 triliun, meningkat dari capaian tahun 2016 sebesar Rp3,8 triliun. Adapaun PDRB harga konstan tahun 2017 sebesar Rp3,1 triliun meningkat dari capaian tahun 2016 sebesar Rp2,9 triliun," kata Fahmi.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majene lanjut Fahmi, tumbuh sebesar 6,47% pada tahun 2017 meningkat dari capaian tahun 2016 yang bertumbuh besar 6,01 %. Capaian ini menempatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majene di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita juga diklaim terus menunjukkan tren positif, dimana pada tahun 2017 nilai PDRB mencapai Rp. 24,60 juta/ kapita, meningkat dari capaian tahun 2016 sebesar Rp22,85 juta/kapita.

"Terkait indikator kemiskinan, tahun 2018 tingkat kemiskinan Kabupaten Majene sebesar 13,79 persen menurun dari capaian periode tahun 2017 sebesar 13,94 persen," ucap Fahmi. (har/red)

comments