Kisah Dua Remaja Kembar di Mamuju Terpilih Paskibraka

On Sabtu, Agustus 17, 2019

MASALEMBO.COM

Dua remaja kembar Rahman dan Rahim sukses mengibarkan bendera merah putih di Mamuju (Awal S/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia yang diperingati hari ini 17 Agustus 2019 dihiasi beragam keunikan. Salah satunya dua remaja kembar yang terpilih sebagai pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Abdul Rahman Andra Putra Khamal dan Abd Rahim Andri Putra Khamal. Keduanya merupakan kakak beradik berhasil membentangkan bendera merah putih pada HUT RI ke 74 di lapangan Ahmad Kirang Kabupaten Mamuju, Sabtu (17/8).

Dua remaja kembar tersebut merupakan siswa kelas 2 SMAN 1 Mamuju yang tinggal di jalan Mangga Kelurahan Binanga, kota Mamuju.

Abdul Rahman Andra Putra Khamal bertugas membentang sang merah putih mengapik Adillah Apriliyanti yang membawa baki. Sedang Abdul Rahim Andri Putra Khamal sebagai penggerak bendera. 

Rahman dan Rahim merupakan anak kedua dan ketiga dari empat bersaudara pasangan Harjad Khamal dan Asmiah yang lahir kembar pada 11 Juni 2003.

Usai upacara, Abdul Rahman mengaku bangga sukses mengibarkan sang merah putih pada puncak HUT ke 74 RI tahun ini.

"Bangga, senang pastinya karena berhasil mengibarkan bendera merah putih di atas tiang," ujar Rahman sumringah.

Ia mengaku awalnya namanya tak masuk dalam daftar
pasukan 8A dan 8B yang bertugas sebagai pengibar dan pengapit, namun pelatih memberinya kesempatan akhirnya terpilih mendampingi Adillah Apriliyanti sebagai pembawa baki.

"Ini semua hasil kerja keras dan kesabaran dalam berlatih," ujar remaja yang bercita-cita jadi Polisi itu.

Abd Rahim sendiri mengaku di Paskibraka banyak ilmu yang dia dapatkan. Selain ilmu baris-berbaris juga diajarkan tentang kedisiplinan, membagi waktu dan kerapian selama mengikuti latihan hingga sukses mengibarkan bendera.

"Semoga ilmu yang didapatkan selama di Paskibaraka bisa menunjang saat mendaftar polisi nanti," harapnya.

Untuk diketahui, ibunya Asmiah sebagai tulang punggung untuk menafkahi mereka. Ia bekerja sebagai penjual bakso dan bahan makanan campuran di daerah Kalukku. Ayah dari keduanya telah lama menderita sakit.

"Kami umur 13 tahun bapak sudah ke Jawa karena sakit dan belum pernah kembali sampai saat sekarang," terangnya.

Ia berharap bapaknya bisa sehat kembali dan bisa berkumpul bersama keluarga di Kalukku. (Awl/har)

comments