Polres Majene Himbau Warga Tak Lakukan Pembakaran Lahan

On Minggu, Agustus 11, 2019

MASALEMBO.COM

Personil Polres Majene pasang spanduk larangan melakukan pembakaran lahan dan hutan (Ist/Polres Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Demi mengantisipasi terjadi kebakaran lahan dan hutan di musim kemarau saat ini, jajaran kepolisian Polres Majene, Provinsi Sulbar aktif bersosialisasi. Para petugas Korps Bhayangkara di daerah ini memanfaatkan masjid-masjid berkampanye agar warga tidak melakukan pembakaran di sekitar lahan dan hutan terutama di musim kemarau saat ini.

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy mengatakan, salah satu upaya Polres yaitu bersinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah maupun desa melakukan sosiaisasi bahaya kebakaran lahan dan hutan. Kapolres bahkan melakukan pemasangan spanduk larangan pembakaran hutan, lahan dan semak belukar di beberapa lokasi agar masyarakat dapat mengetahui bahaya dan saksi yang diberikan jika melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini adalah tanggung jawab kita bersama, diharapkan dalam mencegahnya masyarakat dan pemerintah setempat dapat berperan aktif didalamnya,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene merilis data prakiraan cuaca, Minggu 11 Agustus 2019. Umumnya, kondisi cerah berawan di wilayah Sulawesi Barat.

Dalam rilis BMKG pukul 07.00 Wita, kondisi cuaca umumnya berawan di wilayah Sulawesi Barat kecuali wilayah Mamuju dan Topoyo yang berpotensi hujan ringan.

Suhu udara berkisar pada 20 hingga 31 °C, kelembaban udara 60% sampai 85% dan angin Timur Laut - Barat 2 hingga 40 km/jam.

BMKG Majene juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang mencapai 40 km/jam di wilayah pesisir Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene. (har/red)

comments