Ramlan Apresiasi Prestasi Anak Sopir Truk, Janjikan Beasiswa Kuliah

On Jumat, Agustus 16, 2019

MASALEMBO.COM

Ramlan Badawi (ist)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar mengacungkan jempol atas prestasi Wisko Pralistra (15), seorang anak sopir truk.

Wisko dinyatakan lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara 17 Agustus 2019 di istana negara Jakarta mendatang.

Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengaku bangga atas pencapaian putra bumi Kondosapata itu. "Bagi pemerintah daerah saya sangat mengapresiasi prestasi yang diraih Wisko," ucap Ramlan.

Baca: Mengenal Sosok Wisko Pralistra, Anak Supir Truk Lolos Jadi Paskibraka Nasional

Kata Ramlan, salah satu siswa Kabupaten Mamasa yang lolos seleksi menjadi pengibar bendera di istana negara 17 Agustus nanti bukanlah hal mudah.

Menurutnya, selama terbentuknya  Kabupaten Mamasa baru kali ini ada perwakilan daerah ini berhasil lolos seleksi paskibra nasional. "Itu tentu menjadi sebuah kebanggan yang luar biasa bagi masyarkat Mamasa," tuturnya.

Sebagai apresiasi dari pemerintah daerah bupati Ramlan mengungkapakan akan meberikan beasiswa kepada Wisko Pralistra. Selain Ramlan berjanji akan membiayai Wisko hingga ke perguruan tinggi jika berkeinginan melanjutkan studi.

“Wisko ini sudah mengharumkan nama baik Mamasa dan secara khusus Sulawesi Barat. Tentu ini sangat luar biasa semoga hal ini menjadi motivasi bagi siswa-siswa yang lain dalam menorehkan prestasi,” ucapnya, Selasa (14/8/2019)

Selain itu menurut bupati, prestasi Wisko memperilihatkan kepada orang di luar bahwa meskipun Mamasa di wilayah pegunungan di Sulawesi Barat tetapi juga mampu melahirkan anak berprestasi.

“Kita berharap adalagi siswa dari Mamasa kedepan yang bisa lolos seleksi menjadi pengibar bendera nasional,” katanya.

Wisko adalah anak dari pasagan Widyawati (34) dan Juniawan (38), warga Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. Ibunya, Widyawati, sehari-harinya bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Sosial Pemkab Mamasa sementara Ayahnya, Juniawan (38), berprofesi sebagai sopir truk di Mamasa. (frd/har)

comments