Sutinah: Disperdag Mamuju Tak Pernah Keluarkan Izin Depot Pertamini

On Rabu, Agustus 14, 2019

MASALEMBO.COM

Sutinah Suhardi (dok: Awal S)

MAMUJU, MASALEMBO.COM- Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran dengan sistem digital semakin menjamur di kota Mamuju, Sulawesi Barat. Akibatnya BBM bersubsisi jenis premium mengalami kelangkaan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah di ibukota Provinsi Sulbar itu.

Namun, Kepala Dinas Perdagangan Mamuju Hj Siti Sutinah Suhardi mengungkap bahwa, keberadaan pertamini di Mamuju tidak memiliki izin operasional penjualan premium.

"Kami (Disperdag Mamuju) tidak pernah mengeluarkan izin operasional untuk pertamini," ujar Sutinah belum lama ini.

Kata Sutinah, para pemilik hanya memiliki izin jual campuran. Namun justru membuka usaha POM mini penjualan premium eceran.

Menurutnya, selain tidak memiliki izin operasional juga keberadaan pertamini dapat membahayakan warga yang bermukim di sekitar spot pertamini tersebut. Pasalnya, para pemilik tidak dilengkapi alat safety pemadam api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Dari hasil pantauan wartawan ke sejumlah pemilik pertamini, umumnya para pemilik pertamini mengaku jika premium itu didapatkan dari kenalan yang datang membawa BBM bersubsidi. Salah seorang pemilik pertamini mengaku sekali pesan premium dapat mencapai hingga 200 liter.

"Kita belikan Rp 7.500 per liter terus kita jual Rp 8.500 per liter," katanya enggan namanya dipublikasikan.

Sementara Anto, warga Mamuju mengaku, jika keberadaan pertamini justru membantu apalagi jika di luar kota. "Tak mesti lagi jauh-jauh ke SPBU untuk mengisi," ucapnya.

Namun berbeda dengan Anto, Kadir warga lainnya, justru menuding keberadaan penjual botol enceran premium dan pertamini jadi salah satu penyebab kelangkaan premium di SPBU.

"Hanya beberapa jam saja sudah habis premium di SPBU," tuturnya. (awl/har)

comments