Wagub Enny Klaim Harga Sembako Pemprov Lebih Murah dari Pasar

On Jumat, Agustus 09, 2019

MASALEMBO.COM

Wagub Enny saat meninjau lokasi pasar murah Pemprov Sulbar di anjungan pantai Manakarra Mamuju (Awal S/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Jelang Hari Raya Idul Adha 1440 H Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah bahan pangan berkualitas dan sembilan bahan pokok (sembako).

Pelaksanaan pasar murah dipusatkan di anjungan pantai Manakarra tersebut ditinjau langsung wakil gubernur Enny Anggraeni Anwar, Jumat (9/8) pagi.

Wagub Enny Anggraeni Anwar mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah menghadapi gejolak harga di pasar menjelang hari-hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti Idul Adha, serta upaya mengatasi inflasi derah.

“Kegiatan ini untuk mengatasi inflasi dan gejolak-gelolak harga di pasar menjelang hari raya Idul Adha agar stabil,” tutur Enny.

Dikatakan, harga sembako dan bahan pangan yang dijual lebih murah dibanding harga pasaran yakni sekitar 20 hingga 25 persen.

“Program pasar murah ini menjual bahan pangan dan sembako di bawah harga standar yang ada di pasar. Saya sudah bandingkan tadi," ungkap Enny

Enny berharap kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan terutama menjelang hari besar keagamaan dan berharap program tersebut dapat lebih ditingkatkan lebih baik lagi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Ridwan, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama Perum Bulog Subdivre Mamuju, Hypermart dan para distributor bahan pangan dan sembako yang ada di Mamuju.

Untuk penjualan, kata Ridwan, dilakukan para distributor sendiri, sedangkan pihak Pemprov Sulbar hanya menfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

“Di sini langsung distributor yang menjual, jadi kami dari Pemda hanya memfasilitasi saja dan kegiatan seperti ini akan terus dilakukan setiap menjelang HBKN,” pungkasnya.

Adapun harga dan  jenis bahan pangan yang dijual diataranya, beras premium lima kilogram seharga Rp. 47.500, beras premium 10 kilogram seharga Rp. 95.000, beras medium 25 kilogram Rp. 225.000, gula manis kita satu kilogram Rp. 12.500, gula polog GMM satu kilogram Rp. 12.000, terigu kita satu kilogram Rp. 8.500, minyak kita satu liter Rp. 11.500, minyak fortune satu liter Rp. 11.500, daging kita satu kilogram Rp. 75.000, tomat Rp. 6000 perkilo, bawang merah Rp. 26 perkilo, telur satu rak Rp. 38.000 dan  ayam potong Rp. 55.000 perekor.

Dalam kunjungannya, wakil gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar didampingi, Asisiten Bidang Perekonomian dan Pembngunan Hamzah, Kepala Biro Ekbang Safaruddin Sanusi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ridwan, Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir dan Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Pubilk Dinas Kominfo Sulbar Sudarso Din. (awl/har)

comments